Mahmud Abbas Akan Bertemu Khaled Mishal di Suriah
.jpg)
Hamas menyambut rencana pertemuan yang disepakati oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas di Damaskus Suriah.
Menurut Hamas, hari Sabtu (20/1) Kepala Biro Politik Hamas Khaled Mishal telah membuat janji pertemuan dengan Mahmud Abbas saat kunjungannya ke Suriah.
Reuters memberitakan dari Jubir Hamas Fauzi Barhum yang menyatakan gembira dengan disepakatinya pertemuan antara tokoh Hamas dengan presiden Palestina Mahmud Abbas. Dalam kaitan tersebut, Fauzi Barhum juga menyampaikan Hamas membuka kemungkinan bertemu dan dialog dengan pihak manapun dari seluruh elemen rakyat Palestina, kapan saja waktu yang diinginkan. Promotor pertemuan antara Meshal dengan Abbas adalah Presiden Suriah Bashar Asad.
Namun demikian, ada pula sumber lain yang memunculkan suasana kurang positif dari rencana pertemuan dua tokoh Palestina itu. Penasehat Presiden Palestina Nabel Amr mengatakan pertemuan itu tidak akan terjadi dan kalaupun akan terjadi, maka pembahasan antara Mishal dan Abbas hanya membicarakan persoalan lama, bukan untuk membahas persoalan baru yang sekarang menjadi tema konflik antara Hamas dan Fatah. Bahkan Abbas sendiri sebelum ini mengatakan bahwa pembicaraan dengan Hamas sudah lewat masanya.
Namun menurut sumber-sumber Hamas, pertemuan itu akan lebih membahas pada program politik yang mengarah pada persatuan nasional yang memang diharapkan rakyat Palestina. Karena setelah pertemuan tersebut, akan dilanjutkan lagi pertemuan di Kairo Mesir dengan mediator negara Arab, guna mencapai finalisasi solusi konflik yang terjadi di tanah Palestina lantaran tak adanya pemerintahan koalisi nasional.
Seperti diketahui, krisis internal Palestina mencuat karena salah satu kelompok besar Palestina, Fatah, tetap memaksa untuk mengakui eksistensi Zionis Israel di tanah Palestina. Sementara Hamas berikut sejumlah faksi perjuangan Palestina sama sekali menolak pengakuan tersebut. Hamas mendasarkan pendapatnya pada ‘piagam kesepakatan nasional’ yang juga telah ditandatangani seluruh faksi Palestina, bahwa harus membentuk pemerintahan koalisi nasional dan tidak ada teks piagam yang menyebut soal pengakuan eksistensi Israel. (na-str/ikhl)
Lainnya (Arsip)
- Inilah Kebijakan Baru Dephan AS Bagi Para Tersangka Teroris
Jumat, 19/01/2007 15:00 WIB - Qatar Gelar Konferensi Internasional, Dekatkan Sunni-Syiah
Jumat, 19/01/2007 14:11 WIB - Gisha: Israel Masih "Menjajah" Jalur Gaza
Jumat, 19/01/2007 10:49 WIB - Burqini, Baju Renang yang Jadi Kontroversi
Kamis, 18/01/2007 17:26 WIB - Northwest Airline akan Minta Maaf pada Rombongan Haji AS
Kamis, 18/01/2007 15:38 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




