Majalah Harper: Mereka Mati Karena Penyiksaan
.jpg)
Laporan tentang tawanan yang meninggal dunia di kamp penjara AS di Teluk Guantanamo sebenarnya bukan berita baru.
Yang masih menjadi pertanyaan besar adalah penyebab kematian para tawanan itu, apakah benar karena bunuh diri seperti keterangan yang diberikan AS selama ini mengingat terjadi berbagai penyiksaan berat yang dilakukan aparat kamp tersebut terhadap para tahanan.
Pertanyaan itu mulai terkuak bahwa bahwa para tahanan yang meninggal bukan karena bunuh diri tapi tewas akibat penyiksaan yang dilakukan aparat AS saat interogasi. Majalah terbitan AS Harper dalam laporannya menyebutkan bahwa pemerintah AS telah menutup-tutupi penyebab kematian tiga tahanan di kamp penjara Guantanamo sejak tahun 2006 hingga sekarang.
Tiga tahanan kamp Guantanamo yang tewas itu, dua berasal dari Arab Saudi dan satu orang asal Yaman. Laporan AS menyebutkan ketiga tahanan tersebut tewas akibat bunuh diri. "Laporan resmi itu ... diakui penuh dengan kontradiksi," tulis Harper.
Majalah itu mengutip laporan Naval Criminal Investigative Service (NCIS) setebal 1.700 halaman yang isinya menunjukkan bahwa penyebab utama kematian tiga tahanan kamp Guantanamo itu bukan karena bunuh diri.
Harper menulis, "Inti laporan itu serta rekonstruksi yang dilakukan, sangat mengejutkan. Entah bagaimana tahanan-tahanan itu bisa mengikat sendiri tangannya, dan dalam satu kasus, bagaimana mereka bisa mengikat kakinya sendiri kemudian memasukkan rombengan kain sampai ke dalam tenggorokannya."
"Kita lalu dipaksa percaya bahwa tahanan itu, dalam kondisi sedang tersedak akibat rombengan kain yang dimasukkan ke kerongkongannya, bisa naik ke wastafel, menyelipkan tali ke kepalanya kemudian melompat dari wastafel, gantung diri," tulis Harper.
Sejumlah mantan sipir kamp Guantanamo yang dimintai konfirmasinya oleh Harper mengakui bahwa ketiga tahanan itu bukan tewas di selnya tapi di sebuah lokasi yang mereka sebut "tempat-tempat hitam."
Dalam laporan NCIS, Sersan Joe Hikcman yang pernah bertugas di kamp Guantanamo mengungkapkan tidak ada tahanan yang dipindahkan dari kamp 1 ( lokasi sel para tahanan) ke klinik yang ada di kamp tersebut.
Tapi ia ingat, ada sebuah kendaraan yang datang dari "Kamp No"- sebutan untuk kamp yang tak seorang pun tahu siapa saja yang ada dalam kamp tersebut-yang masuk ke klinik dan kelihatannya membawa sesuatu.
Hickman sempat ke klinik bersama rekannya, Tony Davila dan ia mendengar seseorang mengatakan,"Salah satu dari mereka mengalami luka memar yang parah." Hickman juga mendengar informasi dari Davila yang sempat bertanya pada para penjaga dari Angkatan Laut AS.
Penjaga itu mengatakan bahwa para tahanan itu tewas akibat kain rombengan yang disumpalkan dengan paksa ke kerongkongan para tahanan tersebut.
Dalam laporan resminya, pihak AS mengatakan bahwa tiga tahanan kamp Guantanamo mati bunuh diri, padahal mereka tewas akibat siksaan sadis para tentara AS.
Diduga banyak kasus-kasus serupa yang menimpa para tahanan lainnya di kamp penjara Guantanamo karena sejumlah laporan menyebutkan bahwa teknik penyiksaan di kamp tersebut masih berlangsung hingga pemerintahan Presiden Barack Obama.
Obama mengingkari janjinya sendiri untuk menutup kamp Guantanamo, kamp penyiksaan terhadap Muslim dari seluruh dunia, yang ditangkapi AS dengan tuduhan terorisme. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Rusia Menjadikan Wilayah Muslim Sebagai Distrik
Kamis, 21/01/2010 10:42 WIB - Mufti Mesir: Dilarang Gunakan Ayat Quran Sebagai Ringtone Ponsel
Kamis, 21/01/2010 09:58 WIB - Pembuat Film Fitnah Mulai Disidangkan
Kamis, 21/01/2010 08:15 WIB - Jabat Tangan Menteri Israel dengan Delegasi Iran
Kamis, 21/01/2010 08:09 WIB - Mesir Larang Bantuan Masuk ke Gaza, Rela Wilayahnya di Masuki Israel
Kamis, 21/01/2010 05:40 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




