Malaysia Dirikan Sekolah Khusus Untuk Wanita Hamil

Selasa, 27/07/2010 07:33 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah negara bagian Malaysia sedang mempertimbangkan untuk mendirikan sekolah khusus untuk remaja yang hamil, untuk mengekang wabah yang mengkhawatirkan dari maraknya "pembuangan bayi," laporan mengatakan Senin kemarin (26/7).

Menteri utama negara Malaka, Muhamad Ali Rustam, menurut New Straits Times mengatakan bahwa sekolah itu merupakan bagian dari strategi termasuk perempuan yang hamil di luar nikah mendorong mereka untuk menikah.

Hanya remaja yang menikah yang akan diizinkan untuk menghadiri sekolah ini.

"Untuk remaja yang belum menikah, mereka juga dapat menjadi bagian dari sekolah atau bisa bersekolah tetapi dengan satu syarat - mereka harus menikah dengan ayah si bayi," kata Ali.

Pihak berwenang Malaysia yang merupakan negara mayoritas penduduknya muslim saat ini sedang bergulat dengan masalah meningkatnya jumlah bayi dibuang, kebanyakan bayi itu dibuang kemudian mati atau sekarat di jalan-jalan atau dibuang di tempat pembuangan sampah.

"Masalah ini telah menjadi semacam penyakit. Kita tidak bisa berbalik dan berpikir bahwa ini bukan masalah kita," kata Ali menurut harian berbahasa Inggris tersebut.

"Kasus pembuangan bayi dari hasil 'perbuatan haram' biasanya terjadi di kalangan umat Islam ketika remaja yang bunting di luar nikah putus asa untuk menyembunyikan kehamilan mereka. Beberapa gadis yang hamil karena 'mencelakan diri' ini juga tidak diakui oleh keluarga mereka.," Katanya.

"Mereka tidak melakukan aborsi karena ini perbuatan ini dilarang dalam Islam. Jadi, mereka mengambil jalan pintas untuk memecahkan masalah mereka dengan membuang bayi mereka. Kami tidak ingin ini terus berlanjut. Ini harus dihentikan."

Menteri utama mengatakan Malaka sedang mempertimbangkan mendirikan sekolah khusus untuk perempuan hamil untuk mendorong mereka melanjutkan pendidikan dan untuk melindungi anak-anak mereka yang belum lahir.

"Kalau di sekolah normal tidak bisa menerima gadis yang hamil, maka kita akan membangun sekolah hanya untuk mereka," kata Ali, menambahkan bahwa anak-anak dari negara bagian Malaysia yang lain juga bisa hadir di sekolah tersebut.

"Sekolah ini akan menyediakan bagi orang yang secara sah telah menikah." (fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang