Malaysia Tetap Larang Non-Muslim Gunakan Kata "Allah"

Pengadilan tinggi Malaysia menolak banding pihak Gereja Katolik Roma yang meminta agar mereka diijinkan menggunakan kata "Allah" sebagai pengganti kata "Tuhan". Keputusan pengadilan tinggi Malaysia itu memperkuat keputusan pemerintah Malaysia yang juga melarang non-Muslim menggunakan kata "Allah" sebagai pengganti kata Tuhan dalam produk-produk cetak mereka.
Perkara yang melibatkan majalah milik Gereja Katolik Roma "Herald" ini menjadi isu yang kontroversial di Malaysia. Kelompok-kelompok Kristen di Negeri Jiran itu menilai larangan penggunaan kata "Allah" oleh non-Muslim yang ditetapkan pemerintah Malaysia, tidak konstitusional dan majalah Herald meminta pemerintah mencabut larangan itu sebelum keputusan banding keluar. Mereka beralasan, umat Kristiani sudah menggunakan kata "Allah" sebelum Islam menggunakannya.
Awal Mei kemarin, sejumlah ulama dan partai Islam yang menjadi oposisi di Malaysia memprotes keputusan pengadilan yang membolehkan non-Muslim menggunakan kata "Allah" dalam produk-produk cetaknya. Sementara pemerintah Malaysia menyatakan, penggunakan kata "Allah" yang diambil dari bahasa Arab merupakan persoalan yang sensitif bagi warga Muslim di Malaysia.
Dari 27 juta penduduk Malaysia, 60 persennya beragama Islam, 9,1 persen beragama Kristen yang mayoritas berada di wilayah Sabah dan Sarawak dan selebihnya penganut Hindu dan Budha. (ln/aby)
Lainnya (Arsip)
- Untuk Pertama Kali Muslimah Berjilbab Jadi Caleg Di Italia
Sabtu, 30/05/2009 05:47 WIB - Taliban Menyerang Pusat-Pusat Kota Pakistan
Jumat, 29/05/2009 16:01 WIB - Al-Faruqi, Pemikir Besar Islam yang Dibunuh
Jumat, 29/05/2009 11:20 WIB - Menteri Mesir Menyesal Akan Membakar Buku Israel
Jumat, 29/05/2009 10:34 WIB - Bailout 5 Trilyun Dolar Untuk Bisnis Porno AS
Jumat, 29/05/2009 08:34 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




