Malaysia Tetap Larang Non-Muslim Gunakan Kata "Allah"

Sabtu, 30/05/2009 05:49 WIB | Arsip | Cetak

Pengadilan tinggi Malaysia menolak banding pihak Gereja Katolik Roma yang meminta agar mereka diijinkan menggunakan kata "Allah" sebagai pengganti kata "Tuhan". Keputusan pengadilan tinggi Malaysia itu memperkuat keputusan pemerintah Malaysia yang juga melarang non-Muslim menggunakan kata "Allah" sebagai pengganti kata Tuhan dalam produk-produk cetak mereka.

Perkara yang melibatkan majalah milik Gereja Katolik Roma "Herald" ini menjadi isu yang kontroversial di Malaysia. Kelompok-kelompok Kristen di Negeri Jiran itu menilai larangan penggunaan kata "Allah" oleh non-Muslim yang ditetapkan pemerintah Malaysia, tidak konstitusional dan majalah Herald meminta pemerintah mencabut larangan itu sebelum keputusan banding keluar. Mereka beralasan, umat Kristiani sudah menggunakan kata "Allah" sebelum Islam menggunakannya.

Awal Mei kemarin, sejumlah ulama dan partai Islam yang menjadi oposisi di Malaysia memprotes keputusan pengadilan yang membolehkan non-Muslim menggunakan kata "Allah" dalam produk-produk cetaknya. Sementara pemerintah Malaysia menyatakan, penggunakan kata "Allah" yang diambil dari bahasa Arab merupakan persoalan yang sensitif bagi warga Muslim di Malaysia.

Dari 27 juta penduduk Malaysia, 60 persennya beragama Islam, 9,1 persen beragama Kristen yang mayoritas berada di wilayah Sabah dan Sarawak dan selebihnya penganut Hindu dan Budha. (ln/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang