Mana Dua Minggu Di Marjah Itu, Jenderal?
Selama dua minggu terakhir, sebanyak 15.000 tentara NATO dan pasukan Amerika telah melakukan operasi militer di Marjah, atau tepatnya di distrik Nad Ali. Sejumlah jet pembom termasuk drones (pesawat siluman tanpa awak kapal) dan 60 helikopter tempur mengambil bagian dalam operasi itu.
Selain itu, tank dengan nama Abraham dan Shifton, yang beratnya sekitar 65 ton juga maju. Tetapi meskipun dengan persiapan seperti itu, sejujurnya, pasukan asing itu belum mampu membuat kemajuan apa pun terhadap sekelompok kecil Mujahidin yang tidak lebih dari 1000 orang-orang bersenjata sederhana.
Para sniper (penembak gelap) bertebaran di mana-mana. Sekadar informasi yang tidak didapatkan di media-media Barat, para Mujahidin telah meledakkan 53 tank; menembak jatuh dua drones tak berawak dan satu helikopter, dan menewaskan puluhan tentara asing.
Dua minggu lalu, Jenderal Stanley McChrystal, komandan pasukan Amerika di Afghanistan, menyombongkan diri dan menyatakan bahwa ia akan segera mengambil Marjah dari Mujahidin. Tapi hari ini ia mengakui bahwa AS menghadapi perlawanan yang gila, yang tidak ia bayangkan sebelumnya.
McChrystal sebelum operasi mengumumkan tentang Marjah, bahwa Taliban akan melarikan diri atau meletakkan senjata, tetapi pada kenyataannya ia harus mengakui bahwa pasukan AS dan NATO sekarang menghadapi perlawanan yang luar biasa sulit dan bertentangan dengan perkiraan mereka semula.
Demikian pula, setidaknya pasukan asing dua kali musuh mencoba pasukan terjun payung di belakang garis pertempuran Mujahidin, namun yang ada mereka segera mengepungnya, pasukan asing buru-buru meninggalkan daerah itu. Mayor Jenderal Nick Carter, komandan pasukan NATO di Helmand mengatakan butuh waktu tiga bulan untuk menyimpulkan apakah operasi itu sukses atau tidak.
Ini adalah kata-kata yang selalu diucapkan oleh pasukan asing di Afghanistan. Ada ribuan kota di Afghanistan seperti Marjah di samping sekitar 385 distrik atau kabupaten di negara ini.
Melihat bahwa mereka tidak mampu mengambil wilayah kecil seperti Marjah dalam dua minggu, jadi ironisnya, berapa banyak dekade dan bagaimana kekuatan besar mereka akan mengambil seluruh Afghanistan.
Akan lebih baik bagi para penguasa Gedung Putih untuk segera mengakhiri petualangan gagal ini di Afghanistan. Semua penjarah bumi Afghanistan, dimulai dengan Alexander Agung sampai saat bekas Uni Soviet telah terbukti gagal. Dan Obama tampaknya hanya akan memperpanjang hari dan malam dari kegagalan dan aib.
Demikian pula, Obama harus berhenti beralih ke strategi lain karena perlawanan Mujahidin kini telah berevolusi menjadi sebuah fase yang matang. Lilin ini tidak dapat dipadamkan hanya dengan meniup. Kafilah Mujahidin dan para pejuang pasti akan segera mencapai tujuan, cepat atau lambat. (sa/islamicawakening)
Lainnya (Arsip)
- Kampanye Saya Seorang Muslim Dan Saya Bukan Teroris Shah Rukh Khan
Rabu, 24/02/2010 15:01 WIB - Omar El-Bashir Menyetujui Gencatan Senjata
Rabu, 24/02/2010 14:54 WIB - Keluarga Corrie Perjuangkan Nasib Anaknya Meski Dihambat Israel
Rabu, 24/02/2010 14:48 WIB - Parlemen Israel Tolak Bahas Kasus Pembunuhan Mabhuh
Rabu, 24/02/2010 14:31 WIB - Presiden Nigeria Umaru Yar'Adua Pulang
Rabu, 24/02/2010 13:54 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




