Mantan Kepala CIA: Menyiksa Orang Membuat AS Lebih Aman

Senin, 20/04/2009 10:00 WIB | Arsip | Cetak

Bagi negara seperti Amerika Serikat, kecanggihan peralatan perang dan kekuatan militer ternyata tidak cukup untuk melindungi keamanan negara, sehingga AS merasa perlu melakukan penyiksaan terhadap manusia demi menjaga keamanan negaranya, tak peduli penyiksaan itu sudah melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.

Sebuah ironi bagi negara seperti AS yang selama ini mengklaim sebagai negara yang menghormati hak asasi manusia dan demokrasi, tapi menghalalkan segala cara dengan dalih melindungi rakyat dan kepentingan negaranya. Penjajahan AS di negara-negara Muslim dan perilaku kejam pasukan militernya yang belakangan terungkap sudah cukup membuktikan bahwa negara AS jauh dari klaim sebagai negara yang beradab.

Setidaknya itu tersirat dari pengakuan mantan pimpinan CIA-lembaga intelejen AS-Michael Hayden dalam acara "Fox News Sunday". Hayden mengatakan metode interogasi yang dilakukan agen-agen CIA dengan menggunakan teknik penyiksaan kejam "berhasil" melindungi keamanan AS dari ancaman terorisme.

Menurutnya, dengan cara penyiksaan, AS sukses melawan dan melindungi rakyatnya dari ancaman terorisme kelompok al-Qaida. "Dengan cara menyiksa para tersangka dan orang-orang yang dicurigai, AS bisa menggali informasi tentang para pucuk pimpinan di jaringan al-Qaidah," kata Hayden dalam acara tersebut.

Hayden mengungkapkan hal tersebut setelah pemerintah Obama mempublikasikan berbagai dokumen yang mengungkap berbagai tindakan biadab agen-agen CIA semasa pemerintahan Presiden George W. Bush dalam rangka perang melawan terorisme. CIA kini sedang mendapat sorotan tajam atas kebijakan-kebijakan tak manusiawi yang diterapkannya dengan dalih menjaga keamanan negara.

Hayden mengkritik mereka yang mengecam kebijakan-kebijakan kejam CIA dan menuding mereka yang mengecam apa yang telah dilakukan CIA, cuma bisa bicara dan tidak melakukan apa-apa untuk menjaga keamanan AS.

"Kebanyakan orang yang menentang teknik yang kami gunakan, ingin mengatakan 'saya tidak mau bangsa saya melakukan tindakan itu'-sebuah sikap yang terhormat-tapi mereka tidak bekerja sama sekali," kata Hayden.

"Faktanya, dalam kasus ini, teknik-teknik yang kami lakukan terhadap para teroris membuat kita lebih aman, dan teknik-teknik itu berhasil," sambung Hayden merujuk teknik-teknik penyiksaan yang dilakukan CIA terhadap orang-orang yang mereka tangkap dengan tuduhan pelaku atau terlibat terorisme. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang