Mantan Menlu Israel Tak Berani Datang ke Inggris
.jpg)
Mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni membatalkan rencana kunjungannya ke Inggris setelah mendengar bahwa pemerintah Inggris telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Livni karena keterlibatannya dalam kejahatan perang di Jalur Gaza dalam operasi Cast Lead yang digelar Zionis Israel bulan Januari 2008 lalu.
Dalam keterangannya, kantor Livni menyatakan bahwa pihaknya sudah menolak undangan lembaga Jewish National Fund sejak dua minggu yang lalu dan membatalkan rencana kunjungan Livni yang dijadwalkan hari Senin (14/12) untuk menghadiri konferensi tahunan lembaga tersebut.
Kantor Livni juga menyatakan, meski dianggap sebagai penjahat perang, Livni bangga dengan keputusannya terkait operasi Cast Lead ke Jalur Gaza yang menyebabkan lebih dari 1.400 warga sipil Gaza gugur syahid.
Kabar bahwa pemerintah Inggris sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Livni jika mantan pejabat Israel itu masuk ke wilayah Inggris, mendapat sambutan positif dari orang-orang Palestina.
Direktur Government Media Center, Ghassan Al-Khatib memuji langkah Inggris itu dan menyebutnya sebagai pertanda mulai munculnya kesadaran masyarakat internasional atas kejahatan perang yang dilakukan Israel dan pelanggaran-pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
"Ini adalah langkah besar yang dilakukan komunitas internasional agar Israel bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya terhadap hukum internasional dan atas hak-hak rakyat Palestina," tukas Al-Khatib.
Kementerian Luar Negeri Inggris belum memberikan konfirmasi soal surat perintah penangkapan itu dan menyatakan akan melihat insiden pembatalan kunjungan Livni dan kemungkinan dampaknya bagi proses perdamaian di Israel-Palestina.
Daalam pernyataannya hari Senin kemarin, Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa nggris akan melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mendorong terciptanya perdamaian di Timur Tengah sekaligus sebagai partner strategis bagi Israel.
"Untuk itu, para pemimpin Israel harus bisa datang ke Inggris untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah kami. Kami akan melihat bagaimana implikasi dari masalah ini," demikian pernyataan kementerian luar negeri Inggris. (ln/iol/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Apa Yang Dilakukan Oleh Tentara Amerika Di Masjid Khulafah Rasyid, Fallujah?
Selasa, 15/12/2009 06:03 WIB - Alkohol Yang Membelah Iraq
Selasa, 15/12/2009 05:40 WIB - Misteri Angka 30 di Pentagon
Senin, 14/12/2009 17:02 WIB - Abu Dabi Memasok Dubai 10 Milyar Dolar
Senin, 14/12/2009 17:01 WIB - George Soros: Amerika Empat Bulan Lagi Karam?
Senin, 14/12/2009 15:47 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




