Mantan Pakar Nuklir Israel Tolak Masuk dalam Daftar Penerima Nobel

Lembaga pemberi hadiah Nobel di Oslo Norwegia mengatakan bahwa mantan teknisi nuklir Israel, Mordechai Vanunu yang pernah membongkar program militer nuklir Israel - menolak namanya dimasukkan dalam daftar kandidat peneriman hadiah Nobel Perdamaian.
Ketua dari Nobel Foundation Ludenstad mengatakan kepada AFP: "Kami menerima surat dari Vanunu, tahun ini dan tahun kemarin, yang menengaskan bahwa dirinya tidak menginginkan untuk menjadi calon penerima hadiah Nobel Perdamaian."
Ludenstsad menambahkan bahwa alasan yang diberikan oleh Vanunu tidak tertarik menerima hadiah Nobel, karena Nobel Perdamaian juga diterima oleh presiden Israel Shimon Peres, yang ia sebut sebagai "bapak bom Israel".
Nobel Foundation telah memasukkan nama Mordechai Vanunu (54 tahun) selama bertahun-tahun dalam daftar nama calon yang akan menerima penghargaan bergengsi tersebut.
Vanunu menghabiskan waktunya dengan hukuman penjara selama 18 tahun setelah dirinya ditahan pada tahun 1986 atas tuduhan spionase terhadap Israel setelah ia mengungkapkan program nuklir Israel di surat kabar mingguan Inggris SUnday Times.
Mordechai Vanunu yang merupakan pakar pada bekas reaktor nuklir Dimona di Israel Selatan, dibebaskan pada bulan Juni 2004 dan sejak itu setidaknya 21 tuduhan yang dikenakan pada dirinya.
Israel sendiri tidak mengakui adanya pabrik persenjataan nuklir mereka, namun para ahli asing menegaskan adanya persenjataan nuklir Israel, terutama didasarkan pada kesaksian Vanunu, setidaknya Israel memiliki 200 hulu ledak nuklir disamping memiliki rudal jarak jauh.(fq/islamtoday)
Lainnya (Arsip)
- Pakar di Universitas Harvard Serukan "Genosida" Rakyat Palestina
Kamis, 25/02/2010 14:42 WIB - Presiden Sudan: Perang Darfur Telah Berakhir
Kamis, 25/02/2010 13:16 WIB - Bukan Taliban, Tapi Anak-Anak yang Jadi Korban Serangan NATO
Kamis, 25/02/2010 12:27 WIB - Australia Panggil Dubes Israel Terkait Pembunuhan Al-Mabhuh
Kamis, 25/02/2010 11:13 WIB - Fatwa Halal Dibunuh yang Mengizinkan Ikhtilat, Tuai Kontroversi di Saudi
Kamis, 25/02/2010 10:32 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




