Mantan PM Israel Dikenai Dakwaan

Senin, 31/08/2009 12:21 WIB | Arsip | Cetak


Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert  pertama kali dikenai dakwaan. Kejaksaan Agung Israel mengatakan mantan perdana menteri negara itu, Ehud Olmert dikenai tiga dakwaan kasus korupsi. Olmert disebut-sebut terlibat dalam sejumlah skandal korupsi tetapi dia menepis semua tuduhan itu.

Mantan pemimpin partai Kadima itu digantikan sebagai perdana menteri oleh pemimpin Likud, Benjamin Netanyahu menyusul pemilihan umum Februari lalu. Serangkaian penyelidikan terhadap Olmert menjadi faktor utama kenapa dia mengundurkan diri tahun lalu. Dakwaan ini terkait masa-masa ketika Ehud Olmert masih menjabat sebagai walikota Yerusalem dan menteri, tetapi sebelum menjadi perdana menteri tahun 2006.

Pada hari Minggu, Olmert mengeluarkan pernyataan melalui seorang juru bicara yang menyebutkan: "Olmert yakin di pengadilan nanti dia bisa membuktikan diri tidak bersalah". Kejaksaan Agung Israel menyebutkan berkas perkara tersebut diserahkan kepada pengadilan distrik Yerusalem, Minggu.

Berkas perkara berisi 61 halaman itu merinci tuduhan "penipuan, pelanggaran kepercayaan, pendaftaran dokumen perusahaan palsu dan menyembunyikan pendapatan dari penipuan". Olmert adalah mantan perdana menteri pertama dalam sejarah Israel yang menghadapi dakwaan kriminal, kata Kejaksaan Agung.

Salah satu dakwaan terhadap Olmert adalah dia dituduh menerima sejumlah amplop berisi uang tunai dari pengusaha Amerika Serikat, Morris Talansky, yang mencapai ratusan ribu dolar. Ehud Olmert mengaku telah menerim uang tunai, tetapi menegaskan uang itu merupakan dana bantuan legal untuk membantu kampanyenya mencalonkan diri kembali sebagai walikota Yerusalem dan juga untuk membantu kepemimpinan Partai Likud, bekas partainya.

Dalam kasus kedua, Olmert didakwa menggelembungkan dana perjalanannya ke luar negeri. Polisi mengatakan mereka menduga "jumlah besar" dana yang masih tersisa setelah biaya perjalanan dibayar, ditransfer oleh Olmert ke rekening khusus yang diurus oleh biro perjalanan untuk Olmer

Pihak penuntut mengatakan Olmert mengatur peluang-peluang investasi bagi seorang teman, Uri Messner, ketika masih menjabat sebagai menteri perindustrian. (m/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang