Mantan PM Pakistan Serukan Pembebasan Aafia Siddiqui
Mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif melakukan pertemuan dengan Fauzia, saudara perempuan dari Doktor Aafia Siddiqui. Aafia adalah ilmuwan Pakistan yang saat ini berada dalam tahanan AS atas sejumlah tuduhan terkait terorisme.
Dalam pertemuan di Lahore, Rabu (17/2), Sharif mengungkapkan bahwa upaya untuk membebaskan Aafia sudah dilakukan sejak tahun 2008. Saat itu Sharif sudah meminta Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani untuk membentuk sebuah tim bantun hukum untuk membebaskan Aafia.
"Aafia Siddiqui adalah anak bangsa dan pemerintah Pakistan harus mengerahkan segala daya upaya, termasuk upaya diplomatik untuk menyelesaikan kasus Aafia serta membebas Aafia dari penjara AS," kata Sharif yang juga ketua Pakistan Muslim League-N (PML-N), partai politik kedua terbesar di Pakistan.
Sharif mengatakan bahwa ia sudah membicarakan upaya membebaskan Aafia dengan sejumlah perwakilan negara asing dan ke forum-forum internasional.
Aafia dan tiga anaknya pertama kali dilaporkan hilang. Keberadaan Aafia diketahui setelah media massa Pakistan memberitakan tentang penangkapan Aafia oleh aparat Afghanistan. Setelah sempat mendekam di penjara di Afghanistan, Aafia dikirim ke AS dan menjalani persidangan di New York atas sejumlah tuduhan terkait terorisme.
Pengadilan New York awal Februari lalu menyatakan Aafia bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap aparat keamanan dan intelejen AS saat sedang diinterogasi di penjara Ghazni, Afghanistan pada tahun 2008.
Kuasa hukum Aafia menolak vonis bersalah itu karena tidak ada bukti yang dihadirkan dalam persidangan bahwa kliennya melepaskan tembakan di lokasi kejadian. Aafia juga membantah semua tuduhan yang diarahkan padanya dan mengatakan bahwa ia telah dipenjarakan dan mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh agen-agen intelejen AS di Pakistan dan Afghanistan.
Atas putusan hakim pengadilan New York itu, Aafia terancam diganjar hukuman seumur hidup. Keluarga Aafia mengecam putusan tersebut, begitu pula organisasi-organisasi hak asasi manusia yang meragukan keakuratan proses pengadilan atas kasus Aafia. Aksi protes anti-AS merebak di sejumlah kota di Pakistan menentang putusan pengadilan AS terhadap Aafia.
Aafia bukan satu-satunya warga Pakistan yang mendekam di penjara AS atas tuduhan terorisme. Data kementerian dalam negeri Pakistan menyebutkan ada sekitar 1291 warga Pakistan yang hilang dari Pakistan. PML-N dan kelompok-kelompok oposisi di Pakistan menuding mantan presiden Pervez Musharraf yang telah dengan sengaja menyerahkan warganya pada otoritas AS.
Menurut kementerian luar negeri Pakistan, sejauh ini AS sudah menyerahkan kembali 60 tahanan pada pemerintah Pakistan dan masih dilakukan negosiasi untuk membebaskan sisa tahanan lainnya. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Hillary Clinton Kunjungi Markas Besar OKI
Rabu, 17/02/2010 14:05 WIB - Saatnya Film-Film Bertema Islam Mendunia
Rabu, 17/02/2010 12:25 WIB - Apa Boleh Buat, Obama pun Meniru "Kebijakan" Nuklir Iran
Rabu, 17/02/2010 10:59 WIB - Jutawan Denmark akan Segera Bangun Masjid Besar
Rabu, 17/02/2010 10:14 WIB - Kepolisian Dubai: Dua Pria Palestina Terlibat Membunuh Mabhuh
Rabu, 17/02/2010 08:48 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




