Mantan PM Pakistan Serukan Pembebasan Aafia Siddiqui

Rabu, 17/02/2010 14:37 WIB | Arsip | Cetak

Mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif melakukan pertemuan dengan Fauzia, saudara perempuan dari Doktor Aafia Siddiqui. Aafia adalah ilmuwan Pakistan yang saat ini berada dalam tahanan AS atas sejumlah tuduhan terkait terorisme.

Dalam pertemuan di Lahore, Rabu (17/2), Sharif mengungkapkan bahwa upaya untuk membebaskan Aafia sudah dilakukan sejak tahun 2008. Saat itu Sharif sudah meminta Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani untuk membentuk sebuah tim bantun hukum untuk membebaskan Aafia.

"Aafia Siddiqui adalah anak bangsa dan pemerintah Pakistan harus mengerahkan segala daya upaya, termasuk upaya diplomatik untuk menyelesaikan kasus Aafia serta membebas Aafia dari penjara AS," kata Sharif yang juga ketua Pakistan Muslim League-N (PML-N), partai politik kedua terbesar di Pakistan.

Sharif mengatakan bahwa ia sudah membicarakan upaya membebaskan Aafia dengan sejumlah perwakilan negara asing dan ke forum-forum internasional.

Aafia dan tiga anaknya pertama kali dilaporkan hilang. Keberadaan Aafia diketahui setelah media massa Pakistan memberitakan tentang penangkapan Aafia oleh aparat Afghanistan. Setelah sempat mendekam di penjara di Afghanistan, Aafia dikirim ke AS dan menjalani persidangan di New York atas sejumlah tuduhan terkait terorisme.

Pengadilan New York awal Februari lalu menyatakan Aafia bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap aparat keamanan dan intelejen AS saat sedang diinterogasi di penjara Ghazni, Afghanistan pada tahun 2008.

Kuasa hukum Aafia menolak vonis bersalah itu karena tidak ada bukti yang dihadirkan dalam persidangan bahwa kliennya melepaskan tembakan di lokasi kejadian. Aafia juga membantah semua tuduhan yang diarahkan padanya dan mengatakan bahwa ia telah dipenjarakan dan mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh agen-agen intelejen AS di Pakistan dan Afghanistan.

Atas putusan hakim pengadilan New York itu, Aafia terancam diganjar hukuman seumur hidup. Keluarga Aafia mengecam putusan tersebut, begitu pula organisasi-organisasi hak asasi manusia yang meragukan keakuratan proses pengadilan atas kasus Aafia. Aksi protes anti-AS merebak di sejumlah kota di Pakistan menentang putusan pengadilan AS terhadap Aafia.

Aafia bukan satu-satunya warga Pakistan yang mendekam di penjara AS atas tuduhan terorisme. Data kementerian dalam negeri Pakistan menyebutkan ada sekitar 1291 warga Pakistan yang hilang dari Pakistan. PML-N dan kelompok-kelompok oposisi di Pakistan menuding mantan presiden Pervez Musharraf yang telah dengan sengaja menyerahkan warganya pada otoritas AS.

Menurut kementerian luar negeri Pakistan, sejauh ini AS sudah menyerahkan kembali 60 tahanan pada pemerintah Pakistan dan masih dilakukan negosiasi untuk membebaskan sisa tahanan lainnya. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang