Maraknya Pemerintahan Bayangan Taliban di Afghanistan

Rakyat Afghanistan semakin mempercayai Taliban untuk memecahkan masalah mereka karena Taliban menawarkan model yang berbeda dari pemerintahan saat ini.
Sekarang ini, hampir di seantero Afghanistan, setiap wilayah mempunyai pemerintah bayangan yang dikelola oleh Taliban. Mulai dari posisi gubernur, kepala polisi, bupati, dan hakim. Hal itu diakui oleh Khalid Pashtoon. “Talibanlah yang benar-benar menjalankan negara saat ini,” ujar Pashtoon pada The Washington Post.
Pashtoon adalah seorang anggota parlemen resmi dari Kandahar. Ia mengakui bahwa sebagian besar anggota parlemen Afghanistan sekarang sering menemui Taliban untuk memecahkan masalah mereka. "Hukum Islam selalu lebih cepat. Anda akan mendapatkan resolusi di tempat, ketika itu juga" jelasnya. "Jika rakyat membawa kasus ke pengadilan pemerintah, hal itu akan ditindaklanjuti setahun atau dua tahun, atau mungkin tidak akan pernah diselesaikan sama sekali. Dengan Taliban, dibutuhkan satu jam."
Rezim Taliban digulingkan oleh Amerika Serikat, yang menyerang Afghanistan menyusul serangan 9 / 11. Sejak saat itu, Taliban memerangi pasukan asing di negaranya dan tak pernah mau bekerja sama dengan pemerintah Hamid Karzai. Sebuah laporan baru-baru ini oleh Dewan Internasional mengenai Keamanan dan Pembangunan (ICOS) mengatakan bahwa Taliban telah melebarkan pengaruhnya mencakup hampir seluruh Afghanistan.
Banyak rakyat Afghan yang lebih memilih otoritas Taliban daripada Karzai yang tercemar korupsi.
"Dengan Taliban, tidak ada pencurian, tidak ada korupsi," Hazratullah Malik, seorang pemimpin suku, mengatakan kepada the Post. "Taliban telah menerapkan hukum Islam."
Hajji Hakimullah, 38 tahun, pemilik toko di provinsi selatan Laghman, pernah merayakan kejatuhan Taliban pada tahun 2001. Tetapi dengan korupsi merajalela, ia kini berharap Taliban akan kembali berkuasa. Dia mengeluh bahwa para pejabat pemerintah berulang kali meminta suap supaya tokonya tetap beroperasi. (sa/iol)
Lainnya (Arsip)
- Ketika Rakyat Iraq Merindui Saddam
Rabu, 09/12/2009 05:11 WIB - Muslim Moro dan Philipina Kembali ke Meja Perundingan
Selasa, 08/12/2009 17:03 WIB - Ledakan Bom Menewaskan 77 Orang di Bagdad
Selasa, 08/12/2009 16:41 WIB - Muslim Denmark Skeptis Soal Partai Islam
Selasa, 08/12/2009 15:47 WIB - Masih Adakah Figur Menarik Untuk Timur Tengah?
Selasa, 08/12/2009 15:42 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




