Masjid Khalid Bin Walid: Koran Toronto Star "Ekstrimis"

Pengelola Masjid Khalid Bin Walid di Toronto, Kanada menyatakan keberatan dengan artikel yang dimuat harian Toronto Star, yang menuding situs masjid itu telah menjelek-jelekkan Yahudi dan masyarakat Barat serta menghasut jamaahnya untuk menentang integrasi dengan masyarakat setempat. Untuk itu, pengurus masjid Muhammad Abu Bakar telah mengirimkan surat keberatan ke Toronto Star.
Dalam suratnya, Abu Bakar menilai surat kabar terbitan Kanada itu telah "mendistorsi" materi-materi yang dipublikasikan di situs Masjid Khalid Bin Walid agar masyarakat menentang keberadaan masjid. Pemberitaan di Toronto Star juga dianggap telah menimbulkan kesan bahwa semua komunitas Muslim di Kanada adalah teroris.
"Kami akan menempuh jalur hukum, jika keberatan kami tidak direspon," kata Abu Bakar yang menyebut surat kabar Toronto Star-lah yang ekstrimis, teroris dan diskriminatif.
Toronto Star edisi Kamis pekan kemarin menurunkan artikel tentang rubrik tanya jawab di situs Masjid Khalid Bin Walid yang menurut surat kabar tersebut mengajarkan orang menjadi rasis, anti-Yahudi dan anti-Barat. Salah satu contohnya, tulis Toronto Star, pertanyaan seorang pembaca tentang bolehkan seorang perempuan memakai sepatu hak tinggi dan jawabannya "tidak boleh". Dalam situs itu dijelaskan bahwa perempuan yang memakai sepatu hak tinggi menyerupai perempuan kafir dan sepatu hak tinggi adalah budaya perempuan Yahudi.
Abu Bakar mengatakan, Toronto Star hanya mengkritik hal-hal yang dianggap menjelek-jelekkan Yahudi dan Barat tetapi tidak melihat perjuangan yang dilakukan pengurus Masjid Khalid bin Walid dalam membela delapan Muslimah Kanada yang dipecat peruhsaannya karena mengenakan jilbab.
Abu Bakar juga mengatakan, tidak semua jawaban-jawaban pertanyaan dalam situs itu sepenuhnya mewakili opini pihak masjid. Jawaban atas pertanyaan bolehkah perempuan Muslim memakai sepatu hak tinggi, kata Abu Bakar, adalah jawaban dari ustadz Syaikh Nasir Al-Din Al-Albani.
"Itu adalah opininya dan dia (Syaikh Albani) bertanggungjawab atas jawaban yang diberikannya," tukas Abu Bakar.
Ia menegaskan, Masjid Khalid Bin Walid tidak memandang Barat atau agama lain sebagai musuh dan tidak menentang perempuan yang bekerja. Oleh sebab itu pihak masjid bersama dengan Komisi HAM Kanada mengajukan gugatan pada perusahaan jasa pengiriman barang UPS yang memecat delapan karyawatinya, muslimah Kanada asal Somalia, dengan alasan busana muslimah yang mereka kenakan tidak sesuai dengan aturan perusahaan yaitu harus mengenakan rok pendek.
Kedelapan muslimah yang menolak mengenakan rok pendek itu dipecat pada tahun 2005. Hari Senin kemarin, gugatan atas kasus ini selesai, tapi apa keputusan akhirnya tidak diumumkan ke publik. (ln/aby)
Lainnya (Arsip)
- Dianggap Hina Islam, Kejaksaan Rusia Peringatkan Newsweek
Rabu, 19/11/2008 13:06 WIB - Menkeu AS: Bailout Tidak Jamin Sembuhkan Perekonomian AS
Rabu, 19/11/2008 11:36 WIB - Obama Telpon Presiden Palestina, Dukung Solusi Dua-Negara
Rabu, 19/11/2008 10:38 WIB - Papan Permainan Anti-Agama Beredar di AS
Rabu, 19/11/2008 10:06 WIB - Survei: Resesi Ekonomi AS akan Berlangsung Lama
Selasa, 18/11/2008 18:28 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




