Masjid Menjadi "Penerang" Bagi Muslim AS Selama Idul Adha

Minggu, 29/11/2009 08:39 WIB Cetak |  Kirim

Mustafa Khalil mempercepat langkahnya, diiringi setiap langkahnya dengan suara yang merdu dari suara takbir Ied memenuhi udara dan hatinya yang penuh sukacita.

"Ini adalah waktu yang sangat spiritual," kata mahasiswa Maroko tersebut, yang telah tinggal di Washington DC selama dua tahun kepada IslamOnline.net, setelah sampai ke masjid.

"Segala sesuatu tidakakan berasa seperti Idul Adha kecuali Anda berada di sini. "

Idul Adha, yang jatuh pada hari Jumat (27/11) di AS dan mayoritas negara-negara lain adalah salah satu dari dua perayaan keagamaan utama pada kalender Islam dan menandai akhir perjalanan haji tahunan.

Bagi umat Islam di Amerika Serikat, masjid adalah tempat untuk merasakan semangat perayaan dengan sesama Muslim.

Masjid dihiasi dengan tenda-tenda untuk menyambut para jamaah yang akan melaksanakan Shalat Ied dan para panitia menawarkan makanan dan permen kepada umat islam yang hadir disana.

Umat Islam AS berduyun-duyun datang ke masjid untuk bertemu kerabat dan teman-teman mereka.

"Kami datang ke masjid mengenakan pakaian terbaik kami," kata Jacky Mohamed, yang telah memeluk Islam sejak 22 tahun yang lalu.

"Setelah sholat dan khutbah kami mulai untuk bersosialisasi dan berkumpul bersama. Ini adalah waktu yang sangat diberkati untuk kami."

Di luar masjid, para pedagang mendirikan kios-kios yang menjual barang-barang dari topi kupluk untuk sholat sampai ke parfum dan buku-buku Islam.

Meskipun tidak ada angka statistik resmi, Amerika diyakini menjadi tempat bagi sekitar 7-8 juta Muslim.

Tidak mudah sebenarnya bagi umat Islam, untuk umat Islam bergabung dengan komunitas mereka di masjid-masjid dan merayakan Idul Adha jika tidak jatuh pada akhir pekan.

Mohamed, seorang nenek, mengatakan bahwa banyak umat Islam harus mengambil cuti dari pekerjaan mereka dan mengambil anak-anak mereka keluar dari sekolah setidaknya untuk hari pertama lebaran.

"Beberapa orang mengambil semua perayaan Idul Adha untuk meliburkan diri dan beberapa orang yang lain mengambil libur hanya pada hari pertama perayaan Idul Adha saja."

Abu Bakr, yang datang untuk melaksanakan sholat Idul Adha di Islamic Center di Washington DC, mengatakan bahwa ia selalu mengambil libur pada hari pertama dan membiarkan anak-anaknya bolos sekolah untuk merayakan hari libur keagamaan.

"Jika orang Kristen dapat memiliki perayaan hari keagamaan mereka, dan Yahudi dapat memiliki perayaan mereka juga, maka kami harus memiliki hari libur keagamaan juga."

Faw `eya, seorang Muslim AS berasal dari Mesir, mengatakan bahwa mengambil anak-anak untuk membolos dari sekolah pada hari pertama adalah suatu keharusan, karena mereka harus merasakan semangat Idul Adha di masjid dan di antara komunitas mereka.

"Kami hanya perlu merayakan hari keagamaan kami."

Bagi Khalil, mahasiswa Maroko, dirinya hanya beberapa jam saja yang dihabiskannya di dalam masjid pada hari pertama `Idul Adha dan kemudian ia harus kembali ke buku-buku kuliah dan belajar.

"Idul Adha disini berbeda dibandingkan di negara-negara Muslim. Tapi setidaknya kami memiliki masjid untuk memberi kami kebahagian Idul Adha."(fq/iol)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG