Massachusetts; Sebuah Pukulan Untuk Obama

Jumat, 22/01/2010 07:21 WIB | Arsip | Cetak

Massachusetts menjadi sebuah pertaruhan Barack Obama hari-hari ini. Kursi senator negara bagian ini akhirnya jatuh kepada Scott Brown dari partai Republik, mengalahkan Martha Coackley dari Demokrat. Namun pada akhirnya, kekalahan ini bukan untuk hanya Demokrat belaka, tetapi juga untuk presiden mereka. Ini adalah kekalahan yang serius. Partai Demokrat tidak lagi menikmati mayoritas mutlak di Senat dan itu adalah berita buruk bagi sang presiden.

Apa yang menyebabkannya? Kemungkinan besar adalah soal tunjangan kesehatan yang tidak tuntas. Rakyat Amerika merasa tunjangan kesehatan menjadi mahal, tidak adil dan diskriminatif.

Beberapa analis mengatakan bahwa Massachusetts merupakan bentuk kekecewaan dan ketidakpuasaan rakyat AS terhadap ekonomi mereka yang semakin memburuk. Uniknya, ketidakpuasaan itu ternyata—menurut para analisis, yang paling besar bersumber dari penanganan kesehatan dan lingkungan.

Ada beberapa pola yang mungkin bisa dicermati dari Massachusetts. Pertama, kemenangan Obama menjadi presiden AS setahun yang lalu bisa jadi tidak ada hubungannya dengan janji-janji khusus perubahan. Sebagian besar pemilih AS, bergegas ke bilik-bilik pemungutan suara semata-mata karena lega, pada akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk memilih orang lain selain George W. Bush, presiden mereka yang paling tidak menarik di zaman modern.

Kedua, masalahnya, Obama bukan hanya sekadar wajah baru, di mana para rakyat menginvestasikan aspirasi mereka pada pemimpin yang mereka banggakan. Obama memiliki warisan dari John F. Kennedy. Ia sangat jauh dari kecerdasan yang biasa-biasa saja. Dia seorang yang pandai bicara, berpendidikan, dan sangat sarat informasi. Dengan demikian, ketika Amerika memilihnya, mereka lupa pada motif muak mereka terhadap Bush.

Oleh karena itu kekalahan Massachusetts hampir pasti merupakan konsekuensi dari kemenangan menakjubkan Obama 14 bulan yang lalu. Obama sekarang mungkin berharap bahwa kemenangannya saat itu tidak harus dibesar-besarkan. (sa/arabnews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang