Masyarakat Welsh Tolak Seruan Anti-Muslim

Komunitas Welsh di kota Swansea menyatakan menolak politik yang berdasarkan kebencian dan tindakan yang ingin memecah belah antara masyarakat Welsh dengan komunitas Muslim di kota itu.
Penolakan itu disampaikan ratusan anggota masyarakat Welsh dalam aksi unjuk rasa di Castle Square hari Sabtu kemarin, yang digelar bersama-sama dengan komunitas Muslim Swansea, sebuah kota pesisir di negara Wales yang menjadi bagian Inggris Raya.
Mereka memprotes tindakan kelompok anti-Islam Welch Defence League (WDL) yang menyerukan agar masyarakat Welsh turun ke jalan untuk menolak apa yang mereka sebut sebagai "Islam ekstrim" di Wales. Dalam aksi unjuk rasanya, para pendukung WDL meneriakkan slogan anti-Islam dan melakukan gerakan "penghormatan" ala Nazi.
Untuk menolak seruan itu, masyarakat Welsh menggelar aksi tandingan yang kordinir oleh Keith Ross. "Saya tidak butuh pembelaan dari WDL dengan menentang keberadaan komunitas Muslim," kata Ross.
Anggota Dewan Nasional Plaid Cymru (Partai Rakyat Wales), Leanne Woods yang ikut dalam aksi tandingan itu juga menegaskan "Kami bahagia hidup berdampingan dengan komunitas Muslim. Kami tidak mau menerima perpecahan dan politik berbasis kebencian di lingkungan kami," tukasnya.
Di Wales yang berpenduduk sekitar tiga juta orang, terdapat kurang lebih 30.000 warga Muslim menurut sensus tahun 2001. Penduduk Swansea di Wales menyatakan prihatin dengan aktivitas WDL yang berusaha menyulut rasa kebencian antara komunitas non-Muslim dan Muslim di kawasan itu.
"Saya sedih melihat WDL menyerukan publik untuk menolak pembangunan masjid-masjid, karena membangun masjid adalah bagian dari hak asasi manusia," tukas Keith Ross.
Seorang tokoh Muslim di Swansea, Dr. Mohammed Rahman mengatakan, komunitas Muslim sudah menjadi bagian dari masyarakat kota itu. Namun ia menganggap lumrah jika ada sebagian kecil masyarakat yang tidak senang dengan keberadaan komunitas agama tertentu.
"Prosentase yang membenci itu sangat kecil. Saya merasa aman di tengah masyarakat Swansea karena sebagian besar mereka mendukung kami," kata Dr. Rahman. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- PBB: Israel Pasang Peralatan Mata-Mata di Wilayah Libanon
Senin, 19/10/2009 14:35 WIB - Laporan Goldstone : Kemenangan Bangsa Palestina
Senin, 19/10/2009 14:26 WIB - Dr.Mehdi Akif, Menolak Berita Mengundurkan Diri
Senin, 19/10/2009 13:40 WIB - Ketegangan Meningkat Antara Israel dan Turki, "Kopi Istanbul" Diboikot
Senin, 19/10/2009 12:48 WIB - Kepala Staff Gedung Putih: Kami Tidak Mau Sembrono
Senin, 19/10/2009 12:31 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




