Mau Kemana Afghanistan, Ki-Moon?

Kamis, 14/01/2010 15:19 WIB | Arsip | Cetak


Ban Ki-Moon, sekretaris jenderal PBB, itu sudah menyerah. Ia tidak tahu lagi bagaimana menangani Afghanistan saat ini. Semuanya sudah berantakan, dan seperti tidak mempunyai jalan keluar lagi, selain pertumpahan darah terus-menerus antara pasukan asing yang dimotori Amerika melawan para pejuang tanah air Taliban.

Saat ini, situasi keamanan di Afghanistan makin memburuk dibandingkan tahun lalu. Jalanan di Kabul sudah berubah dramatis. "Jika tren negatif ini tidak diperbaiki, ada risiko bahwa situasi yang memburuk secara keseluruhan akan tak lagi bisa dicegah. Kami tidak sanggup lagi menghadapi ini." Ki-Moon pasrah.

Ki-Moon berpendapat bahwa pemilu yang curang semakin menambah rumit penyelesaian permasalah Afghanistan. Korupsi pun jelas, tidak pernah selesai. Laporan PBB menyebutkan rata-rata per bulan, terjadi 1.244 insiden pada kuartal ketiga 2009, meningkat 65 persen dari 2008. PBB mencatat 784 konflik yang berhubungan dengan korban sipil antara Agustus dan Oktober, naik 12 persen dari periode yang sama di tahun 2008.

Secara tidak langsung, Ki-Moon menyalahkan Taliban, dengan alasan mereka mencegah partisipasi rakyat dalam pemilu, dan menghalangi bantuan yang akan diberikan oleh badan-badan internasional kepada masyarakat. Saat ini, tercatat lebih dari 600 personil internasional berada di Afghanistan, jumlah yang sangat banyak.

Seperti diketahui, saat ini, PBB menempatkan UNAMA, Misi politik yang diarahkan oleh Departemen Operasi Penjaga Perdamaian, dibentuk oleh Dewan Keamanan pada tahun 2002 untuk memberikan saran strategis dan politik untuk proses perdamaian setelah pengusiran Taliban. Saat ini memiliki sekitar 1.500 karyawan.

Seharusnya Ki-Moon sadar. Sebagai sekjen PBB, ia mempunyai tugas besar untuk membuat Afghanistan menjadi rumah sendiri bagi rakyatnya. Bagaimana Anda bisa nyaman menjalani kehidupan sehari-hari jika yang Anda lihat di setiap sudut dan ruangan adalah tentara yang membawa-bawa senjata? Laporan PBB hanya bersifat statistik belaka, dan kenyataannya, keadaan Afghanistan mungkin bisa jauh lebih buruk daripada itu. Kita tidak pernah tahu. (sa/un)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang