Mayor Hasan Dikenakan Dakwaan Pembunuhan Berencana
.jpg)
Mayor Nidal Malik Hasan, pelaku penembakan Ford Hood dikenakan tuduhan pembunuhan berencana terhadap 13 orang dan kasusnya akan disidangkan di pengadilan militer.
Hal tersebut diungkapkan juru bicara Divisi Penyelidikan Tindak Kriminal Militer AS, Chris Grey, Kamis (12/11). Namun Grey tidak mengatakan apakah Mayor Hasan juga akan dikenakan dakwaan membunuh bayi yang masih berada dalam kandungan salah seorang korban penembakan itu.
Hasan saat ini masih berada dalam perawatan di rumah sakit militer. Ia terkena sedikitnya empat tembakan ketika aparat kepolisian berusaha menghentikan penembakan membabibuta yang dilakukannya di basis militer AS di Texas, hari Kamis pekan kemarin. Kondisi Hasan dikabarkan sempat koma, tapi sekarang sudah siuman dan sudah bisa bicara dengan kuasa hukukmnya.
Sementara, Presiden AS Barack Obama memerintahkan agen-agen intelejen AS untuk mengkaji ulang berbagai informasi yang telah mereka kumpulkan tentang Hasan sebelum Hasan melakukan aksi penembakan itu. Obama bahkan menginstruksikan agar semua informasi intelejen diinventarisasi secepat mungkin.
Setelah insiden penembakan, FBI menyatakan mereka memiliki catatan bahwa Hasan pernah melakukan kontak dengan Anwar Al-Awlaki, seorang imam Muslim kelahiran AS yang masuk dalam daftar hitam pemerintah AS karena dianggap radikal. Nanun menurut FBI, kontak lewat email antara Hasan dan Al-Awlaki yang kini menetap di Yaman, tidak berpotensi menimbulkan ancaman dan FBI menyatakan aksi penembakan yang dilakukan Hasan tidak ada kaitannya dengan jaringan terorisme. (ln/iol/aljz/AP)
Lainnya (Arsip)
- Mahdi Akef: Para Penguasa Arab Lebih Kejam Daripada Zionis!
Jumat, 13/11/2009 06:15 WIB - Yaakov Teitel: Membunuh? Itu Menyenangkan!
Jumat, 13/11/2009 05:41 WIB - Ketika Obama dan Raja Saudi Satu Tingkat
Jumat, 13/11/2009 05:27 WIB - Dubes AS di Kabul Tolak Pasukan Tambahan, Mengapa?
Kamis, 12/11/2009 17:17 WIB - Kepedulian Muslim Amerika Pada Keluarga Korban Fort Hood
Kamis, 12/11/2009 16:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




