Media Swedia Ramai-Ramai Terbitkan Kartun Yang Menghina Rasulullah
Beberapa surat kabar utama Swedia dikabarkan menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad pada hari Rabu (11/3) kemarin, sehari setelah tujuh orang ditahan sehubungan dengan dugaan rencana untuk membunuh kartunis Lars Viks yang membuatnya.
Lars Vilks sendiri sudah menarik karikatur Nabi Muhammad dengan tubuh anjing tiga tahun yang lalu. Ini dikarenakan, sejak itu, ia telah menjadi target ancaman kematian.
Deutsche Welle berbicara kepada Thomas Mattsson, pemimpin redaksi di tabloid Stockholm Expressen, tentang keputusannya untuk mencetak ulang kartun.
Deutsche Welle: Mengapa Anda memutuskan untuk mencetak kartun ini?
Thomas Mattsson: Kartun ini telah diterbitkan di beberapa surat kabar di Swedia sebelumnya. Expressen belum pernah menerbitkan, tetapi kami melakukannya hari ini mengingat fakta bahwa tujuh orang ditangkap kemarin dalam konspirasi pembunuhan Lars Vilks.
Kami ingin menunjukkan kartun ini bagi pembaca, tapi tidak dalam cara ofensif. Ini tidak dipublikasikan di halaman depan—hanya dalam dua kolom gambar, jadi sangat kecil—dan Anda bisa melihat dan membuat Anda berpikir.
Ini sangat penting bagi kita untuk mengambil sikap dalam masalah kebebasan berekspresi. Ini legall, dan hukum melindungi menerbitkan itu, dan orang-orang tidak boleh mengancam karena melakukannya.
Tetapi beberapa orang, khususnya kaum Muslim, merasa itu dilakukan hanya untuk menyinggung perasaan mereka.
Kami jelas menyadari bahwa beberapa orang tersinggung, tetapi sangat penting bahwa kami tidak menggunakan sensor diri untuk menghentikan gambar-gambar yang bisa menyinggung perasaan orang, tapi yang kita benar-benar diperbolehkan untuk dipublikasikan.
Deutsche Welle: Bagaimana pembaca Anda menanggapinya?
Kami mendapat respon yang sangat positif hari ini. Anda juga perlu memasukkan ke dalam konteks ini. Seorang wartawan Swedia telah dipenjarakan di Eritrea sejak tahun 2001 karena ia menulis cerita di sebuah koran lokal tentang demokrasi. Pria ini, Dawit Ishak, tidak pernah diajukan ke pengadilan dan ia satu-satunya orang Swedia yang diadopsi oleh Amnesty International sebagai tahanan hati nurani.
Dan telah terjadi perdebatan besar di Swedia tentang [orang-orang seperti] Roberto Saviano dan Salman Rushdie. Ada perdebatan besar di Swedia tentang kebebasan berbicara.
Dan bagaimana pemerintah Swedia bereaksi? Apakah mereka mendukung Anda?
Kami sudah tidak ada kontak apa pun mengenai hal ini. Anda harus ingat, bahwa beberapa tahun yang lalu ketika gambar ini pertama kali dibuat, menteri peradilan harus mengundurkan diri, karena terungkap bahwa ia tidak bertindak apapun menghentikan penerbitan gambar ini. (sa/muslimnews)
Lainnya (Arsip)
- Eropa Yang Bias Terhadap Islam
Jumat, 12/03/2010 17:09 WIB - Waterboarding? Kami Bangga Kok Menyiksa Teroris!
Jumat, 12/03/2010 17:07 WIB - Selamat Datang Di Timur Tengah, Murdoch!
Jumat, 12/03/2010 17:06 WIB - Sinagog Itu Sudah Berdiri di Jantung Masjid Al-Aqsa?
Jumat, 12/03/2010 16:25 WIB - Ribuan Warga Yaman Selatan Protes Tindakan Represif Pemerintah
Jumat, 12/03/2010 14:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




