Meledaknya Pasar Pemakaman di Iraq

Sabtu, 31/10/2009 06:28 WIB | Arsip | Cetak

Dengan serangan-serangan mematikan yang masih terus terjadi dan sebenarnya tak ubahnya perang, pasar pemakaman di Irak telah berubah dari pekerjaan sederhana menjadi bisnis yang meledak.

"Sebelum invasi pimpinan Amerika, saya hanya punya satu upacara pemakaman untuk diurus," Ali Abdel-Kareem al-Shuwafi, 48, mengatakan dengan murung kepada IslamOnline.net hari Jumat, 30 Oktober. "Namun dalam empat tahun terakhir, saya harus mempekerjakan 12 karyawan dan 15 lainnya karena harus mengurus banyak upacara dalam hari yang sama."

Ratusan ribu warga Irak tewas dalam kekerasan yang menjangkiti Irak sejak AS menyerang negara pada tahun 2003 untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein.

"Kekerasan di Irak mengubah hidup saya. Saya tahu bahwa itu bukanlah kalimat baik untuk dikatakan tetapi itu adalah benar, "kata Shuwafi. "Pembunuhan yang terus berlanjut di negara saya membantu saya menjadi orang kaya dan mampu memberikan kehidupan yang sangat baik untuk keluarga saya yang tahun lalu menderita dengan kebutuhan dari segala sesuatu."

Sebelum invasi AS, Shuwafi hampir tidak mampu memberikan kebutuhan-kebutuhan dasar kepada keluarganya.

Tapi hidupnya telah benar-benar berubah setelah pasukan AS menginvasi negara kaya minyak tersebut.

"Saya memutuskan untuk membuka sebuah toko di Baghdad dua tahun yang lalu yang mengurus semuanya, mengurus hari proses pemakaman dan upacara-upacara lainnya yang diminta oleh klien kami," katanya.

Shuwafi telah meminjam uang dari temannya untuk membuka toko.

"Setelah beberapa bulan, saya sudah bisa membayar kembali dan membuka dua toko yang lain, satu di Baghdad dan satu di Basra, di mana kakakku yang mengurus," katanya.

"Saya tahu saya sukses hari ini karena orang yang menderita. Namun, saya tidak membunuh mereka dan hanya mengusahakan sesuatu untuk keluarga saya yang juga hidup dalam suasana sulit. Perang mengubah hidup saya lebih baik tapi saya kadang-kadang saya berharap bahwa hal-hal seperti sebelumnya dan saya akan berhasil memperbaiki kondisi hidup di bawah cara-cara lain yang ditawarkan oleh pemerintah."

Seperti Shuwafi, banyak pengurus pemakaman ini menjadi kaya mendadak dari kekerasan yang mematikan.

Sekadar informasi, peti mati di iraq sekarang biaya sekitar $ 80, naik $ 70 dari yang asalnya hanya $ 10 sebelum invasi AS.

Upacara lengkap menelan biaya mulai dari $ 150 sampai $ 400. Asalnya hanya 60 $ sebelum invasi.

Bahkan untuk mati di Irak, Anda harus memiliki cukup uang atau Anda harus dikuburkan tanpa cara-cara Islam yang tepat. (sa/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang