Mendagri India: Perang Baru itu Bernama Jihad

Selasa, 05/01/2010 10:51 WIB | Arsip | Cetak

Muslim India mengkritik pernyataan Menteri Dalam Negeri, Shri P Chidambram yang mengaitkan jihad dengan terorisme. Sejumlah organisasi Muslim di India menyatakan, pernyataan Chindambram menunjukkan ketidaktahuannya tentang jihad dalam Islam sehingga diinterpretasikan secara serampangan.

Dalam pidatonya tanggal 23 Desember lalu, mendagri India itu mengatakan bahwa jihad menggunakan teror sebagai instrumen untuk mencapai tujuannya. "Kita menyaksikan munculnya perang jenis lain, yaitu jihad. Tidak seperti Perang Salib yang asli, jihad bukan seperti perang konvensional. Jihad menggunakan teror sebagai instrumen untuk mencapai tujuannya," kata Chidambram.

Pernyataan itu kontan menuai kecaman dari organisasi-organisasi Muslim di India. Wadah organisasi Muslim, All India Muslim Majlis-E-Mushawarat dalam pernyataan protesnya menyatakan pernyataan mendagri tentang jihad sangat keliru dan menunjukkan pengetahuan yang minim penulis pidato Chindambram soal jihad.

"Jihad adalah perang untuk melakukan perlawanan terhadap para penyerbu dan penjajah seperti yang dilakukan para leluhur kita saat melawan penjajahan Inggris di India," demikian pernyataan Majlis-E-Mushawarat.

Organisasi itu juga menyatakan bahwa istilah jihad sudah disalahgunakan oleh negara AS untuk melakukan pembenaran terhadap tindakannya menduduki negara lain dan merampas sumber daya alam negara yang bersangkutan. "AS memulainya dengan melatih, mempersenjatai dan membiayai orang-orang Afghanistan untuk melawan pendudukan Soviet. Media massa yang berada dibawah kontrol AS menyebutnya sebagai 'jihad'. Lalu kondisinya berbalik, mereka yang pernah dilatih dan dipersenjatai AS sekarang berbalik melawan AS," jelas Majlis-E-Mushawarat.

Majlis itu menegaskan bahwa Muslim India tidak pernah menggunakan kekerasan untuk melawan negara atau ikut dalam aktivitas semacam itu di negara lain. Muslim India, sambung Majlis-E-Mushawarat, justeru sering menjadi korban kekerasan dan kampanye anti-Muslim di India. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang