Meneladani Abdullah Muhammad Musa, Mampukah Kita?
.jpg)
Kecintaannya pada Al-Quran membuatnya bertekad untuk menghapal Al-Quran meski usianya sudah tidak muda lagi. Abdullah Muhammad Musa yang kini berusia lebih dari 70 tahun, mendaftarkan diri ke kelompok penghapal al-Quran untuk orang dewasa di Masjid King Abdul Aziz dan baru-baru ini, ia dinyatakan lulus dari kelas penghapal Al-Quran dengan nilai yang memuaskan.
Musa mengambil kelas khusus pada malam hari untuk lansia seperti dirinya yang ingin menghapal Al-Quran. "Adanya kelas itu memberikan kesempatan bagi saya yang sudah tua ini dan bagi para pegawai kantor yang ingin mempelajari kita Allah," ujarnya.
Sejak kecil, Musa mengaku sudah mulai belajar menghapal Al-Quran dan sudah bisa membaca dua juz Al-Quran di luar kepala. Tapi hapalannya hilang begitu saja karena kesibukannya sehari-hari. Meski demikian, kecintaan Musa pada Al-Quran tidak pernah padam dan kecintaan itulah yang mendorongnya untuk mewujudkan cita-citanya menghapal seluruh isi Al-Quran meski usianya sudah lanjut.
"Saya mulai belajar menghapal Al-Quran di Masjid King Abdul Aziz dan saya berhasil menghapal 10 juz. Awalnya, saya menghadapi kesulitan dalam penyebutan huruf-huruf Al-Quran dengan benar dan dalam masalah tajwid. Tapi akhirnya saya mampu mengatasi kesulitan itu," kata Musa.
Setelah itu, Musa ikut kelompok penghapal Qur'an di Masjid Salah Karamah. Di sini ia berhasil menghapal seluruh isi Al-Quran yang terdiri dari 30 juz dalam waktu dua setengah tahun. "Saya biasanya menghapal dua sampai tiga halaman Al-Quran pada siang hari dan pada sore hari, saya pergi ke Masjid King Abdul Aziz untuk mengoreksi hapalan dan bacaan Al-Quran saya," sambung Musa.
Ternyata bukan hanya tekad kecintaan pada Al-Quran saja yang membuat Musa sukses menghapal Al-Quran. Musa mengatakan, bantuan dan dorongan semangat dari isteri dan anak-anak lelakinya ikut berperan pada kesuksesannya.
Tekad dan semangat Musa belajar dan menghapal Al-Quran patut diteladani oleh setiap Muslim. Dalam usianya yang sudah lanjut, setiap hari Musa harus berjalan kaki sepanjang enam kilometer dari rumahnya ke dua masjid tempatnya belajar Al-Quran. Tapi semangat dan kecintaan itu membuahkan hasil yang memuaskan, oleh Masjid King Abdul Aziz Musa dinyatakan lulus dengan predikat "terhormat", karena ia berhasil mendapatkan skor 91 persen. (ln/arabnews)
Lainnya (Arsip)
- Harry Potter dan Yahudi Berdarah Campuran
Jumat, 17/07/2009 09:44 WIB - Canggih, Taliban 'Curi' Informasi Pasukan Denmark Lewat Facebook
Jumat, 17/07/2009 09:12 WIB - Mubarak Seumur Hidup?
Jumat, 17/07/2009 07:23 WIB - Juli 2009, Afghanistan Siaga Satu
Jumat, 17/07/2009 06:46 WIB - ASA Inggris Larang Iklan Pariwisata Israel
Kamis, 16/07/2009 18:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




