Mengapa Dollar AS Babak Belur?

Rabu, 22/04/2009 18:47 WIB | Arsip | Cetak

Bank Sentral China menganjurkan sebagai alat tukar mata uang internasional, dollar AS sudah saatnya diganti sekarang ini. Tapi bagaimana caranya gerangan?

Adalah sebuah ide yang penuh dengan intrik sekaligus lucu ketika beberapa bulan lalu Tim Geithner, sekretaris bendahara AS mengatakan bahwa dollar adalah alat tukar yang membahagiakan, namun kenyataannya, dollar sekarang pingsan dalam perekonomian internasional. Menurut Geithner, asuransi akan membuat pasaran dollar kembali meningkat.

Semuanya berpendapat bahwa implementasi ide ini hanya akan membuat dollar hancur lebur. Saham-saham perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan barang-barang luar negeri seperti Wal-Mart (NYSE: WMT) dan Home Depot (NYSE: HD) tadinya mendapatkan banyak pemasukan yang bagus. Sedangkan perusahaan-perusaan yang lebih berorientasi eksport seperti Dow Chemical (NYSE: DOW), Weyerhaeuser (NYSE: WY), and PepsiCo (NYSE: PEP) juga asalnya baik-baik saja. Sekarang semuanya tengah tinggal landas menuju krisis.

Bagaimana bisa terjadi? Perumpamaannya saja, ada perbandingan 1:1 antara dollar AS dan mata groucho Freedonia (sebuah negara fiktif di Eropa dengan mata uangnya groucho). Jika seorang eksporter AS ingin menjual sebuah barang dengan harga $100 di pasar Freedonia, maka si pembeli di sana harus membayar 100 groucho. Tapi jika dollar jatuh, katakanlah menjadi $0.90 terhadap groucho, barang itu akan menjadi lebih murah 10%.

Kita bisa melihat hal ini sedang terjadi dengan dollar, yaitu bahwa barang-barang yang masuk ke AS menjadi sangat mahal sedangkan dollar semakin melemah. Dengan defisit perdagangan yang terjadi pada tahun 2008, AS kehilangan lebih dari $680 juta, tidak heran dollar pun tersungkur.

Dalam waktu enam minggu terakhir ini atau lebih, tak ada yang berubah di AS. Para penganggur bertambah 8,5%, kepercayaan konsumer, pendapatan per orang, minat belanja yang sekarat, semuanya itu benar-benar menurun dan semakin menurun. Bisnis pun pingsan, dan setelah menunjukan beberapa perbaikan, penjualan retail pun mengecewakan, di bawah pengharapan.

Sebuah saga ekonomi, digabungkan dengan belanja perbaikan dan defisit penjualan yang besar tampaknya sedang membuat dollar AS semakin babak belur saja. (sa/fs)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang