Mengapa Dubai Kolaps?

Kamis, 07/01/2010 12:37 WIB | Arsip | Cetak


Dubai dianggap sebagai negara Arab yang dijadikan salah satu fondasi pereknomian dunia. Hanya dalam waktu beberapa tahun, mereka menjadi salah satu “raksasa,” dengan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata. Namun kini, sama seperti negara-negara lainnya, Dubai tanpa diduga sama sekali, terjebak dalam krisis ekonomi besar. Apa sebabnya?

Sebenarnya, hal ini tidak sepenuhnya mengejutkan, tapi Dubai telah berputar di luar kendali. Sekarang ini, pembangunan di Dubai berhenti. Bagi banyak pekerja asing, Dubai merupakan simbol tertinggi bagi mereka terbebas dari pajak kekayaan.

Banyak ekspatriat yang meninggalkan mobil mereka di bandara dan melarikan diri ke rumah daripada risiko dipenjara karena pinjaman. Polisi Dubai menemukan lebih dari 3.000 mobil di luar bandar udara internasional Dubai dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar mobil adalah Mercedes, BMW, dan Porsche dan masih memiliki kunci yang sengaja di tinggalkan di dalam mobil.

"Setiap hari kita menemukan lebih banyak dan lebih banyak lagi mobil," kata seorang pejabat senior keamanan bandara, yang tidak mau disebutkan namanya. "Natal adalah yang terburuk—kami menemukan lebih dari dua lusin pada satu hari."

Ketika pasar runtuh dan banyak ekspatriat yang tidak lagi mampu membayar hipotek tanpa kredit. "Ada banyak orang yang hidup dengan standar tinggi, investasi dalam real estat dan gaya hidup," kata salah seorang bankir senior.

Mobil yang ditinggalkan begitu saja menggarisbawahi kecenderungan yang mengkhawatirkan. Lima tahun lalu, Emir, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, memulai sebuah rencana ambisius untuk mengubah Dubai menjadi sebuah hub untuk bisnis dan pariwisata. Ribuan orang Barat datang setiap hari, bersemangat karena uang dan janji emirat tentang kemudahan hidup dan kekayaan.

Sekarang , ada peningkatan tanda-tanda bahwa orang asing yang datang berbondong-bondong ke Dubai akan segera pergi. "Tidak ada cara untuk melacak nomor yang sebenarnya, tetapi bukti anekdot ini berlimpah. Dubai mulai kosong, "kata seorang diplomat Barat.

Sebagian besar bank-bank emirat tidak berafiliasi dengan lembaga-lembaga keuangan Inggris, sehingga orang-orang yang melarikan diri tidak perlu khawatir akan kreditor. Mobil yang ditinggalkan mereka akhirnya dijual oleh bank pada lelang mingguan.

Di atas semua itu, Dubai juga menyimpan sebuah cerita mengenaskan. Kehidupan di sini sangat bebas, dan bahkan hanya di Dubai lah kaum homo Arab bisa diterima. Padahal, Dubai mengaku, menerapkan Syariat Islam. (sa/times/cab)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang