Mengapa Harus ke Gaza Pada Tahun Baru ?
Hampir setahun yang lalu, pada perayaan Martin Luther King yang berbarengan dengan serangan militer Israel di Gaza,sebuah tulisan muncul: “Israel in Gaza: A Time Comes When Silence is Betrayal.” Tulisan itu berbicara tentang peran Yahudi Amerika dan Amerika yang tetap diam dalam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan di Palestina.
Rakyat Amerika sejenak tertunduk, selama ini mereka terus diam ketika miliaran dolar AS dan bantuan lainnya yang memfasilitasi pembunuhan Palestina digelontorkan kepada Israel.
Serangan itu adalah kejahatan besar. Sebagian besar dunia berdiri. Gaza telah membuat orang Amerika untuk menuntut dan tidak lagi berdiri di pinggir lapangan. Laporan Goldstone, laporan PBB yang Mencari Fakta-Misi dan Konflik di Gaza, Fakta yang mendokumentasikan pelanggaran terhadap hukum perang dan hukum hak asasi manusia yang mengerikan. Laporan-laporan itu membahas pencaplokan Yerusalem Timur, pembangunan tembok, 85 persen dari yang ilegal terletak di wilayah yang diduduki, celah hukum dan permukiman.
Laporan itu juga memebeberkan blokade Gaza, yang dimulai sebelum serangan tahun Desember 2008 terhadap rakyat Palestina. Mengenai perang, laporan menyimpulkan bahwa "operasi militer diarahkan oleh Israel di Gaza kepada rakyat secara keseluruhan" untuk "menghukum mereka" dan "dalam kebijakan yang disengaja, kekuatan yang tidak proporsional telah ditujukan kepada penduduk sipil."
Setiap contoh memberikan efek kumulatif sangat menyeramkan: disengaja menargetkan warga sipil, penghancuran infrastruktur Gaza termasuk pasokan bahan bakar, sistem saluran pembuangan, satu-satunya penggilingan tepung dan gedung legislatif Palestina.
Lebih dari seribu warga Palestina terbunuh, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil; dan hanya 13 Israel yang mati. Bayangkan Gaza sebagai penjara yang penuh sesak, karena itulah apa adanya, tanpa kemampuan bagi orang untuk bersembunyi, melarikan diri atau membela diri. Lalu, bayangkan suatu serangan bebas dari udara, laut dan tanah. Gaza bukanlah kecelakaan. Itu bukan kesalahan. Pemimpin Israel membenarkan penghancuran objek sipil: "Hancurkan 100 rumah untuk setiap satu roket yang ditembakkan."
Itu sebabnya mungkin kita harus pergi ke Gaza pada tahun baru ini. Karena kebenaran membutuhkan dorongan. Sederhana. Setiap orang harusnya berkeinginan untuk memecahkan blokade. Orang Amerika harus melihat sendiri kerusakan yang disebabkan oleh senjata yang dibeli dengan uang pajak mereka. Mereka harus mengerti bahwa Israel tidak membunuh atas nama Tuhan. (sa/arabnews)
Lainnya (Arsip)
- Yusuf Qardhawi: Untuk Apa Nobel Perdamaian Itu, Mr. Obama?
Jumat, 25/12/2009 17:36 WIB - Pesan Natal Ala Gereja Gainesville Florida
Jumat, 25/12/2009 13:34 WIB - Situs Brigade Al-Qassam dalam Bahasa Turki Segera Diluncurkan
Jumat, 25/12/2009 10:50 WIB - Cina Eksekusi Mati Lima Muslim Uighur
Jumat, 25/12/2009 10:19 WIB - Kelompok Ekstrimis Inggris Ancam Serang Ulama
Jumat, 25/12/2009 08:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




