Mengapa Soros Membeli Emas?

Rabu, 03/02/2010 06:56 WIB | Arsip | Cetak

John Paulson, manajer Hedge Fund beralih ke logam kuning. Dan mengingat persaingan di antara keduanya, akan mengherankan jika “legenda hidup” perdagangan George Soros—seorang Yahudi—tidak membeli emas pada saat ini.

Memang, pada faktanya dunia harus selalu membeli ketika orang ini mengisyaratkan ia mungkin menjual. Komentarnya pada World Economic Forum di Davos minggu lalu tampak seperti pedagang klasik ganda sedang berbicara. Apa Soros mengartikan zaman ini sudah mulai memasuki 'akhir gelembung' ketika ia mengatakan emas adalah aset paling berkelas?

Koran seperti Daily Telegraph menyebutkan bahwa emas mungkin jatuh besar-besaran dalam waktu dekat ini. Namun, Soros mengatakan tidak seperti itu.

Dia menegaskan bahwa apa akan tersisa nantinya hanya emas. Dan memang, jika Anda belajar sejarah krisis keuangan, maka kredit harga aset akibat inflasi yang menyebabkan aset bergerak dari satu kelas aset lainnya, akan membuat emas sebagai "gelembung akhir' dari perdagangan dunia.

Soros tidak mengatakan bahwa kita telah mendekati posisi itu dengan harga emas sekitar $ 1.080, setelah bulan lalu menyentuh $ 1.226 per ons. Apa yang dia lakukan adalah menciptakan kesempatan membeli, mungkin karena dana yang dikendalikan oleh dirinya sendiri.

Soros tahu itu. Dia juga tahu bahwa harga emas tidak menunjukkan tanda-tanda perumpamaan yang terjadi pada harga minyak pada Juli 2008. Tentunya berikutnya lonjakan paling jelas akan berada di harga obligasi—ketika pasar saham saat ini menjual aset bergerak.

Namun diperkirakan, setelah terjadi krisis besar ini, emas akan menjadi calon gelembung berikutnya, dan memberi ukuran relatif terhadap pasar obligasi dan pasar emas menjadi 'akhir gelembung' perekonomian dunia.

Soros mungkin tengah bermain bukunya sendiri di Davos. Tapi, Yahudi yang mengendalikan perekonomian dunia akan selalu diikuti oleh dunia itu sendiri pada akhirnya kemudian. (sa/arabianmoney)  

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang