Mengapa Soros Membeli Emas?

John Paulson, manajer Hedge Fund beralih ke logam kuning. Dan mengingat persaingan di antara keduanya, akan mengherankan jika “legenda hidup” perdagangan George Soros—seorang Yahudi—tidak membeli emas pada saat ini.
Memang, pada faktanya dunia harus selalu membeli ketika orang ini mengisyaratkan ia mungkin menjual. Komentarnya pada World Economic Forum di Davos minggu lalu tampak seperti pedagang klasik ganda sedang berbicara. Apa Soros mengartikan zaman ini sudah mulai memasuki 'akhir gelembung' ketika ia mengatakan emas adalah aset paling berkelas?
Koran seperti Daily Telegraph menyebutkan bahwa emas mungkin jatuh besar-besaran dalam waktu dekat ini. Namun, Soros mengatakan tidak seperti itu.
Dia menegaskan bahwa apa akan tersisa nantinya hanya emas. Dan memang, jika Anda belajar sejarah krisis keuangan, maka kredit harga aset akibat inflasi yang menyebabkan aset bergerak dari satu kelas aset lainnya, akan membuat emas sebagai "gelembung akhir' dari perdagangan dunia.
Soros tidak mengatakan bahwa kita telah mendekati posisi itu dengan harga emas sekitar $ 1.080, setelah bulan lalu menyentuh $ 1.226 per ons. Apa yang dia lakukan adalah menciptakan kesempatan membeli, mungkin karena dana yang dikendalikan oleh dirinya sendiri.
Soros tahu itu. Dia juga tahu bahwa harga emas tidak menunjukkan tanda-tanda perumpamaan yang terjadi pada harga minyak pada Juli 2008. Tentunya berikutnya lonjakan paling jelas akan berada di harga obligasi—ketika pasar saham saat ini menjual aset bergerak.
Namun diperkirakan, setelah terjadi krisis besar ini, emas akan menjadi calon gelembung berikutnya, dan memberi ukuran relatif terhadap pasar obligasi dan pasar emas menjadi 'akhir gelembung' perekonomian dunia.
Soros mungkin tengah bermain bukunya sendiri di Davos. Tapi, Yahudi yang mengendalikan perekonomian dunia akan selalu diikuti oleh dunia itu sendiri pada akhirnya kemudian. (sa/arabianmoney)
Lainnya (Arsip)
- McDonald’s Meningkat Pesat Di Timur Tengah, Ada Apa?
Rabu, 03/02/2010 06:40 WIB - Lagi, Sembilan Orang Pendemo Pemilu Iran Digantung Mati
Rabu, 03/02/2010 06:15 WIB - Gereja Prancis: Hormatilah Orang Islam Dan Jangan Larang Jilbab!
Rabu, 03/02/2010 05:57 WIB - Ternyata Yahudi Dibalik Pelarangan Cadar di Perancis
Selasa, 02/02/2010 16:22 WIB - Erdogan Renovasi 3500 Masjid Turki
Selasa, 02/02/2010 15:32 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




