Mengapa saat ini media massa cetak AS hancur dan gulung tikar? Seperti yang kita ketahui, satu persatu, surat kabar-surat kabar di Amerika tutup buku.
Jawaban yang paling populer saat ini adalah kemunculan internet yang telah membumihanguskan semua media massa cetak yang ada. Benarkah seperti itu?
Ternyata Michael Moore, penulis buku dan sutradara film AS, berpendapat lain. Moore yang selalu membuat filmnya bertemakan kritik terhadap George W. Bush, perang di Irak, kekerasan dengan senjata api, sistem kesehatan, dan lain-lain, menyatakan bahwa matinya surat kabar AS karena keserakahan dan seringnya memberitakan hal yang tidak terjadi sebenarnya.
“Bukan Internet yang telah membunuh surat kabar,” tulisnya, “sebaliknya, surat kabar AS telah menggorok leher mereka sendiri."

Moore mengatakan bahwa surat kabar, telah mengejar keuntungan dengan mengorbankan pencarian berita. Dengan mendasarkan pada bisnis iklan, pemilik surat kabar telah mengabaikan mereka yang sebenarnya merupakan basis ekonomi.
Perkataan Moore bisa jadi menyiratkan berbagai rekayasa berita yang selama ini diturunkan oleh para media massa AS, yang kebetulan, adalah kebanyakan merupakan orang-orang Yahudi. Nah! (sa/tpf)
Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...
Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...
iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...
Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...
Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.
Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."
Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.