Dr. Raghib Al-Sirjani lahir pada tahun 1964, di Provinsi Gharbiyyah, Mesir. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kairo dengan predikat Summa Cumlaude tahun 1988. Kemudian meraih Master di Universitas yang sama tahun 1992.
Disertasi doktoral terkait Operasi Urologi dan Ginjal beliau tulis dibawah bimbingan gabungan antara kedokteran Mesir dan Amerika, dan menyelesaikannya dengan istimewa pada tahun 1998. Untuk Al-Quran, beliau menamatkan hafalannnya pada tahun 1991.
Penelitian beliau yang dalam dan menyeluruh terhadap sejarah keislaman di bangun atas sebuah proyek pemikiran, "Kaifa Nabni Ummah?" (Bagaimana Kita Membangun Umat?). Hal ini untuk mewujudkan beberapa tujuan: [1] Menyimpulkan faktor-faktor kebangkitan dan menerapkannya untuk membangun kembali umat Islam. [2] Membangkitkan harapan dalam jiwa setiap umat Islam, mendorong umat untuk menggali ilmu bermanfaat dan bergerak untuk mencapai tujuan. [3] Pemurnian sejarah Islam dan menonjolkan sisi peradabannya.
Selama lebih dari 20 tahun hingga saat ini, Dr. Raghib telah memberikan banyak kontribusi dalam membangun umat Islam, baik melalui dakwah, narasumber dalam berbagai seminar, penulis produktif berupa buku, makalah, dan analisa, dan tampil di beberapa chanel TV Arab terkemuka.
Pada tahun 2007, Pusat Kajian Internasional Mengenal Nabi Sang Penyayang memberikan pernghargaan kepada Dr. Raghib Al-Sirjani sebagai peraih juara pertama yang mempu memperkenalkan nabi sang penyayang secara baik melalui karya-karyanya, khususnya melalui buku berjudul Al-Rahmah fî Hayâti Al-Rasûl. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul "Inilah Rasul Sang Penyayang".
Dr. Raghib telah menulis banyak buku dan penelitian di bidang sejarah dan pemikiran keislaman, di antaranya:
Dr. Raghib Al-Sirjani telah mempersembahkan ratusan kaset dan CD keislaman, di antara kumpulan kasetnya adalah:
Buku-buku beliau telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa dunia. Untuk buku terjemahan berbahasa Indonesia, banyak diterbitkan oleh PT Aqwam Media Profetika, dengan lisensi langsung dari penulis. Di antara buku-buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti, Kaifa Tuhâfiz ‘Alâ Shalâtil Fajr (Misteri di Balik Shalat Subuh), Qirâah Manhajul Hayâh (Spiritual Reading), Al-Rahmah fî Hayâti Al-Rasûl (Inilah Rasul Sang Penyayang), Risâlah ilâ Syabâbil Ummah (Pemuda Peka Zaman), dan lainnya.
Hingga saat ini kontribusi segar Dr. Raghib Al-Sirjani untuk dunia Islam masih bisa dinikmati oleh setiap umat Islam di seluruh dunia, khususnya melalui situs www.islamstory.com, TV Al-Risalah, dan TV Al-Quds. (Sn/MY)
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.