Menghidupkan Kembali Kota Kembar Hounslow-Ramallah

Tak banyak orang yang tahu bahwa kota Ramallah di Palestina punya "kembaran" di Inggris, yaitu Hounslow. Hounslow adalah kota kecil di kawasan London dan sejak tahun 1980-an kota ini dengan bangga menyandang sebutan "kota kembar Ramallah", sebuah kota di wilayah Palestina.
Otoritas pemerintahan kota London sudah mengakui Hounslow sebagai kota kembar Ramallah dan Hounslow menjadi satu-satunya kota di seluruh Inggris yang digandengkan dengan kota di wilayah lain di luar Inggris. Tapi selama bertahun-tahun ketertautan antara Hounslow dan Ramallah seolah terlupakan karena tidak ada aktivitas yang menonjolkan kedua kota itu sebagai kota kembar.
Baru setahun yang lalu, sekelompok individu di Hounslow mencoba mengingatkan kembali predikat kota kembar itu dengan membentuk "kelompok pengarah" untuk mendorong kembali hubungan yang aktif antara Hounslow dan Ramallah. Kelompok ini melihat banyak potensi yang akan bermanfaat bagi kedua komunitas di kota itu jika hubungan Hounslow dan Ramllah sebagai kota kembar digiatkan kembali.
Upaya kelompok Asosiasi Kota Kembar itu mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan di Hounslow, mulai dari sekolah-sekolah, komunitas kebudayaan, organisasi olahraga, kelompok-kelompok keagamaan dan hampir semua lapisan masyarakat di kota itu. Mereka sepakat untuk memperkuat hubungan persahabatan dan saling kesepahaman antara warga masyarakat di Hounslow dan warga masyarakat di Ramallah, Palestina.
Asosiasi ini rencananya akan melakukan berbagai kegiatan atas nama komunitas di kedua kota itu, antara merancang program-program pendidikan, budaya dan pariwisata dengan saling mengunjungi antara warga Hounslow dan Ramallah. (ln/PalTel)
Lainnya (Arsip)
- Google Pun Takluk Di Cina
Rabu, 10/02/2010 10:49 WIB - Israel Menyatakan "Perang" Terhadap Shehata
Rabu, 10/02/2010 08:38 WIB - Misteri Papan Iklan “Miss Me Yet?” George Bush
Rabu, 10/02/2010 08:30 WIB - Pertama Kali Dalam Sejarah, Pangeran Saudi Berjabat Tangan Dengan Pejabat Israel
Rabu, 10/02/2010 06:29 WIB - Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!
Selasa, 09/02/2010 20:07 WIB
Dunia
Terkait
- Muslimah Inggris Keluhkan Minimnya Fasilitas Olahraga Khusus Perempuan
- Rodriguez Kembali Tegaskan 9 11 adalah Konspirasi
- Putaran Ke 6 Perundingan Antara Otoritas Palestina dan Israel Berakhir Gagal
- Haniyah Desak Abbas Hentikan Dialog dengan Israel Setelah Aleg Hamas Ditangkap
- Hamas Serukan PA di Ramallah untuk Hentikan Pertemuan dengan Israel
- Israel Penjarakan Ketua Parlemen Hamas Tanpa Pengadilan
- Masjid di Hebron Alami Aksi Vandalisme Pemukim Yahudi
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




