Menlu Irak Menyerukan Campur Tangan PBB
.jpg)
Menlu Irak Hoshiyar Zebari minta PBB ikut turun tangan untuk menyelidiki insiden serangan bom bunuh diri di Baghdad yang tejadi hari Minggu (25/10). Dua serangan bom bunuh diri yang terjadi Ahad kemarin merupakan serangan bom bunuh diri terburuk di Irak, menewaskan 155 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka.
"Insiden berdarah hari Minggu kemarin memperkuat keinginan Irak untuk mendesak PBB dan Dewan Keamanan-nya agar mengutus seorang utusan internasional ke Irak dan mengevaluasi level gangguan terhadap stabilitas keamanan di Irak," kata Zebari.
"Saya yakin, desakan ini akan membuahkan hasil, terutama setelah terjadi dua ledakan dahsyat hari Minggu kemarin. Insiden itu menunjukkan bahwa pengiriman utusan khusus PBB ke Irak merupakan isu vital dan penting. Kami membutuhkan bantuan internasional," sambung Zebari.
Dua serangan bom bunuh diri yang terjadi di dekat gedung kementerian kehakiman dan gedung pemerintahan provinsi di Baghdad hari Minggu kemarin memicu kritikan tajam rakyat Irak terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Nouri Al-Maliki. Mereka menilai Al-Maliki gagal memulihkan situasi keamanan di Irak.
"Setiap muncul di televisi Al-Maliki selalu bilang bahwa situasi stabil dan keamanan sudah pulih. Seharusnya dia datang dan melihat semua kehancuran ini," kritik Ahmed Mahmoud di Rumah Sakit Yarmouk setelah menemukan saudara lelakinya yang menjadi korban serangan bom hari Minggu kemarin.
Sehari setelah insiden serangan, sebuah kelompok yang menamakan dirinya organisasi Negara Islami Irak dan mengklaim bagian dari jaringan Al-Qaida mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan bom bunuh diri tersebut. Dalam pernyataan yang dimuat di sebuah situs internet, kelompok itu menyatakan bahwa serangan itu ditujukan ke sarang-sarang kekafiran. Namun tidak ada yang bisa menjamin tentang eksistensi kelompok itu maupun klaim yang tercantuk dalam pernyataan mereka.
Yang jelas, aksi-aksi kekerasan dan serangan bom bunuh diri yang memakan banyak korban sering terjadi menyusul rencana penarikan mundur pasukan AS dari Negeri 1001 Malam itu. AS selalu menggunakan dalih kemampuan aparat Irak dalam menjaga stabilitas keamanan di Irak untuk mengulur waktu penarikan pasukannya. (ln/aby/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Pengacara Eropa: Kami Sudah Punya Daftar Pelaku Kejahatan Perang di Gaza
Selasa, 27/10/2009 15:40 WIB - Protes Perang di Afghanistan, Pejabat AS Mengundurkan Diri
Selasa, 27/10/2009 14:18 WIB - Muslim Spanyol Luncurkan Lembaga Payung Bagi Para Imam dan Da'i
Selasa, 27/10/2009 13:12 WIB - Pemimpin Libya: Arab, Bahkan Palestina Boleh Punya Senjata Nuklir
Selasa, 27/10/2009 12:28 WIB - Muslim Siprus Protes Pembangunan Bar di Taman Masjid
Selasa, 27/10/2009 11:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




