Menteri Israel Ancam Akan Bunuh Ismail Haniyah

Menteri Transportasi Israel Shaul Mofaz mengancam akan membunuh Perdana Menteri dari Hamas, Ismail Haniya jika Hamas tidak juga membebaskan prajurit Israel Gilad Shalit yang sejak agresi brutal Israel ke Gaza belum jelas nasibnya.
Shalit tertangkap dan ditawan oleh pejuang Palestina dalam sebuah operasi di perbatasan Gaza tahun 2006.
"Sepanjang Gilad Shalit belum melihat sinar matahari, Anda (Haniyah) juga tidak akan melihat sinar mentari. Sepanjang Shalit belum dibebaskan, Anda dan rekan-rekan Anda tidak akan bisa bebas," ancam Mofaz.
"Kami tidak segan-segan menyingkirkan Anda seperti kami menyingkirkan Yassin dan Rantissi," sambung Mofaz yang sebelumnya sudah mendesak pemerintahan Israel agar melanjutkan kebijakan "pembunuhan" terhadap target-target utama mereka di kalangan pemimpin Hamas.
Syaikh Ahmad Yassin dan Abdul Aziz Rantissi adalah dua pemimpin Hamas yang syahid akibat serangan Israel yang dilakukan masing-masing pada bulan Maret dan April 2004.
Seorang pejabat Israel mengungkapkan publik dan pemerintah Israel sudah berkonsensus untuk membebaskan Shalit meski harus melakukan kebijakan yang sangat buruk ke Palestina sebagai konsekuensinya.
Israel menolak tawaran Hamas yang meminta agar Israel membebaskan para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel sebagi kompensasi pembebasan Shalit.
Sejauh ini, nasib Shalit belum jelas apakah masih hidup atau sudah tewas. Saat agresi brutal Israel ke Gaza kemarin, Hamas melaporkan bahwa Shalit terluka akibat bom yang dijatuhkan pesawat tempur Israel ke gedung tempat Shalit ditawan.
Belakangan, Shalit dikabarkan tewas juga akibat serangan bom Israel. Hamas sudah menyatakan mereka tidak bertanggung jawab lagi atas nasib Shalit dan menyuruh Israel untuk mencari sendiri keberadaan Shalit. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- BBC Terancam Diboikot
Rabu, 28/01/2009 09:30 WIB - UNRWA; Pemulihan Gaza Butuh Dana 350 Juta Dollar
Rabu, 28/01/2009 08:47 WIB - BSMI, KISPA, BAZNAS, Dan MER-C Telah Masuk Gaza
Rabu, 28/01/2009 08:39 WIB - Liga Arab Tuntut PBB Bentuk Pengadilan Internasioanal buat Israel
Selasa, 27/01/2009 17:12 WIB - Wapres AS: Operasi Militer ke Pakistan Kemungkinan Ditingkatkan
Selasa, 27/01/2009 14:14 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




