Menteri Jerman: Waktu Bagi Rezim Zionis Telah 'Habis'

Seorang menteri Jerman yang dilarang oleh Israel dari memasuki Jalur Gaza, mengatakan bahwa Tel Aviv telah melanggar batas serta melakukan kesalahan dalam melakukan permainan politik.
Menteri Pembangunan Jerman Dirk Niebel mengatakan waktu telah hampir habis bagi rezim zionis untuk segera mengurangi kebijakan garis keras nya, dan ia mengingatkan Tel Aviv dari kemarahan internasional atas kebijakan mereka terhadap Gaza dan sifat keras kepala rezim Zionis yang tetap tidak bergeming oleh tawaran saat ini untuk sebuah kesepakatan damai yang layak dengan Palestina, lapor AFP.
"Bagi Israel, waktu mereka adalah lima menit sampai 12 menit," katanya, menambahkan bahwa rezim zionis Israel harus mengambil kesempatan untuk menghentikan jam tersebut semampu yang mereka bisa.
Dirk Niebel telah dilarang bertemu dengan wakil-wakil PBB pada lembaga yang mengurus pengungsi Palestina (UNRWA) di pesisir Gaza pada hari Ahad kemarin (20/6)
"Menolak masuknya menteri pembangunan Jerman ke Jalur Gaza adalah kesalahan kebijakan luar negeri yang besar yang dilakukan oleh pemerintah Israel," surat kabar harian Jerman Leipziger Volkszeitung mengutip pernyataan Niebel.(fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Meski Dilarang, Pesta Makan Babi dan Khamar di Paris Tetap Berlangsung
Minggu, 20/06/2010 09:32 WIB - Aktivis Freedom Flotilla: Israel Telah Merampok Kami
Minggu, 20/06/2010 09:19 WIB - Survei: Mayoritas Negara Arab Muslim Setuju Opsi Militer Terhadap Iran
Minggu, 20/06/2010 08:55 WIB - Hindari Jeratan Hukum, Bos Blackwater Berencana Kabur ke Emirat Arab
Minggu, 20/06/2010 08:54 WIB - Da'i dan Juga Kristolog Zakir Naik Dilarang Masuk ke Inggris
Sabtu, 19/06/2010 08:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




