Mesir Pusing Oleh Maraknya Pelecehan Seksual

Kamis, 16/07/2009 11:15 WIB | Arsip | Cetak

Meski menjadi salah satu jantung Islam, dimana terdapat Universitas Al-Azhar yang sangat terkenal sebagai salah satu institusi pendidikan Islam terbesar di dunia, tidak menjamin Mesir dan masyarakatnya bisa menjalankan kehidupan yang Islami. Belakangan ini, Mesir sedang dibuat pusing oleh maraknya kasus-kasus pelecehan seksual yang bahkan bisa terjadi di jalan-jalan yang ramai.

Syaikh Saad Al-Takky, pejabat senior kementerian agama dan wakaf Mesir mengakui bahwa pelecehan seks sudah mencapai level yang membahayakan dan harus segera dilakukan tindakan serius untuk mengatasinya. Dan pihak kementerian memilih masjid-masjid dan mushola sebagai tempat untuk memberikan penyadaran pada masyarakat tentang pelecehan seksual dengan cara membagikan boklet setebal 35 halaman yang berisi berbagai informasi penting, mulai dari definisi pelecehan serta analisa mengapa fenomena pelecehan seks ini bisa terjadi di tengah masyarakat Muslim Mesir yang cenderung konservatif.

Dalam buku itu disebutkan alasan-alasan pemicu terjadinya pelecehan seksual, salah satunya adalah tingkat pengangguran yang tinggi dan gaya berpakaian kaum perempuan yang provokatif sehingga mengundang orang untuk melakukan pelecehan seksual.

"Secara umum, pakaian penting bagi kaum lelaki, tapi lebih penting lagi bagi perempuan karena pakaian bisa melindungi kaum perempuan dari tindakan yang tak senonoh," demikian yang tertulis dalam buku panduan tersebut. Buku itu menghimbau kaum perempuan untuk berpakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dan mengenakan jilbab, agar tidak menggoda orang untuk melakukan tindakan iseng.

Kasus-kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan Mesir sangat mencengangkan. Laporan Egyptian Centre for Women’s Rights tahun 2005 mencatat sejumlah pengaduan kaum perempuan yang mengalami pelecehan seksual di jalan-jalan. Studi yang dilakukan lembaga itu menunjukkan bahwa 83 persen responden perempuan yang diwawancari mengaku sering mengalami pelecehan seksual dan 62 persen responden laki-laki mengaku pernah melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan lebih dari satu kali.

Masih menurut lembaga tersebut, 69 persen pelecehan seksual terjadi di jalan-jalan, 42 persen terjadi di dalam angkutan transportasi umum, 22 persen terjadi di pantai dan 6 persen terjadi di tempat kerja. Aksi cepat tanggap yang dilakukan pemerintah Mesir belakangan ini, berhasil menangkap banyak lelaki yang kedapatan melakukan pelecehan seksual di jalan-jalan.

Masjid Menjadi Ujung Tombak

Masjid menjadi ujung tombak Mesir untuk memberikan penyadaran bagi warganya, baik bagi para pelaku maupun mereka yang berpotensi menjadi korban pelecehan seksual. Para imam masjid akan membacakan isi buku panduan itu sebelum dan sesudah salat, untuk mengingatkan jamaah yang datang tentang bahaya pelecehan seksual terutama dari aspek agama.

Sejumlah imam mengatakan akan mengangkat masalah ini dalam khutbah-khutbah jumatnya, dan imam yang lain akan membahas isu-isu pelecehan seksual dalam setiap kesempatan ceramah agar kaum lelaki utamanya, tidak melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan.

"Masjid-masjid menjadi tempat yang paling cocok untuk mengatasi fenomena ini. Para imam masjid punya kredibilitas dan saya yakin mereka akan banyak membantu agar kaum lelaki tidak lagi melakukan pelecehan seks," kata Syaikh Ahmad Hashim, seorang imam masjid di distrik Shubra, Kairo.

Pengamat sosial Acer Yasser juga berpendapat bahwa masjid-masjid akan menjadi tempat yang efektif untuk mendidik masyarakat agar tidak melakukan pelecehan seksual. "Persoalannya, orang selalu mengambil garis batas antara agama dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Seorang lelaki yang rajin salat setiap hari, kadang berani melakukan pelecehan seksual, inilah masalahnya," tukas Yasser.

Ia mengkritik isi buku yang hanya mengaitkan masalah pelecehan seksual dengan gaya berpakaian perempuan. "Buku itu hanya akan memberikan dalih bagi para pelaku pelecehan seksual. Dan pihak perempuan yang tidak mengenakan busana Islami, selayaknya tidak menjadi alasan bagi orang lain untuk membuat hidup mereka susah," sambung Yasser, peneliti yang sudah banyak melakukan riset soal perilaku pelecehan seksual di jalan-jalan di Mesir.

Egyptian Centre for Women’s Rights sudah mengajukan draft undang-undang pada parlemen agar kasus pelecehan seksual dimasukkan dalam katagori tindak kriminal, namun draft tersebut belum dibahas oleh parlemen.

"Kita harus bekerjasama untuk mengakhiri perilaku buruk ini. Pelecehan akan menimbulkan dampak yang sangat negatif. Perempuan yang pernah mengalaminya jadi takut untuk keluar rumah," kata Rasha Hassan, peneliti di Egyptian Centre for Women’s Rights. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang