Mesir Dirikan 23 Menara Pengawas Di Perbatasan Gaza

Laporan Berita Mesir (12/1) menyampaikan bahwa pemerintah Mesir akan mulai mendirikan 23 menara pengawas di sepanjang perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza.
Surat kabar "Asyuruuq Al Jadiidah" yang mengutip dari berbagai sumber menyatakan bahwa menara-menara baru ini akan dilengkapi dengan beton dan kaca jendela tahan peluru dan perlengkapan elektronik, yang memungkinkan penjaga memantau empat arah dan langsung berurusan dengan target yang menjadi ancaman terhadap perbatasan Mesir.
Sumber-sumber ini menyatakan bahwa bahwa sebuah perusahaan profesional Mesir akan menangani pendirian menara tersebut dalam beberapa hari mendatang. Banyak truk yang akan mengangkut semen dengan spesifikasi khusus dalam jumlah banyak ke daerah perbatasan selama lebih dari dua minggu.
Sumber ini juga mencatat bahwa adanya pembentukan sepuluh menara lain dengan spesifikasi yang sama dari titik perbatasan tepian pantai Jalur Gaza dan Mesir, hingga kedalaman enam kilometer di dalam wilayah Mesir. Semua menara akan berada sepanjang garis perbatasan antara Mesir dan Israel.
Tembok Israel
Di sisi lain, koran Israel, "Maariv" menyatakan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah mengambil keputusan strategis untuk membangun tembok keamanan di sepanjang perbatasan Israel-Mesir. Tujuan pembangunan tembok ini adalah untuk memecahkan masalah infiltrasi ribuan migran dari Afrika ke Israel melalui batas-batas ini.
Wartawan surat kabar Ben Caspit menyatakan bahwa terdapat 3 pilihan saat ini terkait dengan penelitian yang berkaitan dengan jenis tembok tersebut. Dari pihak Militer mengusulkan untuk membangun dinding dengan perkiraan biaya 5 milyar shekel. Menteri Keuangan Yuval Steinitz percaya bahwa sebuah tembok elektronik mungkin dibangun dengan biaya 450 juta shekel. Sementara Departemen Keamanan Dalam Negeri memberikan tawaran pertengahan dari dua tawaran ini.
Ben Caspit menambahkan itu bahwa laporan pilihan pemerintah dari tiga tawaran ini akan disampikan setelah uji coba lapangan.(sn/imo/umr)
Lainnya (Arsip)
- Giliran Taliban dan Afganistan yang Menjadi "Garapan" Turki
Kamis, 14/01/2010 08:07 WIB - Perang Fatwa Ulama Palestina vs Ulama Al-Azhar
Rabu, 13/01/2010 16:01 WIB - The Valley of The Wolves, Serial TV yang Kembali Bikin Israel Murka
Rabu, 13/01/2010 15:13 WIB - Mimpi Buruk CIA di Khost
Rabu, 13/01/2010 14:15 WIB - Mengapa Tak Ada Prajurit AS Yang Mati di Iraq Selama Desember 2009?
Rabu, 13/01/2010 14:01 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




