Mike Mullen Bertemu Ashfaq Kayani

Jumat, 17/07/2009 14:22 WIB | Arsip | Cetak

Pemimpin tertinggi militer AS, Admiral Mike Mullen berkunjung ke Islamabad, Pakistan, Kamis kemarin, dan bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Pakistan, Jendral Ashfaq Kayani, dan sejumlah tokoh militer lainnya. Mullen yang menjadi Kepala Staf Gabungan Militer AS itu, mengunjungi Pakistan untuk mendorong Pakistan ‘menghabisi’Taliban Pakistan sesudah berhasil melakukan ‘sapu bersih’ di Lembah Swat, dan membebaskan daerah itu dari cengkeraman Taliban.

Menjelang pemilu di Afghanistan, yang akan berlangsung Agustus mendatang, nampaknya AS ingin mendiskusikan situasi keamanan di wilayah itu, khususnya untuk membersihkan wilayah perbatasan antara Pakistan-Afghanistan, yang sekarang menjadi basis kekuatan Taliban. Sebelumnya, Presiden Pakistasn Asief Ali Zardari sudah memberikan perintah kepada militer Pakistan melakukan operasi militer ke Waziristan, merupakan daerah perbatasan yang dikuasai kelompok Taliban.

Militer melakukan operasi militer secara massive ke Lembah Swat, tidak lama setelah wilayah yang sudah dikuasai Taliban itu, mengumumkan pelaksanaan syariah Islam. Pertemuan antara Mike Mullen dengan Jendral Ashfaq Kafayani yang didampingi Jendral Tariq Madjid, tak lain merencanakan penyerangan ke wilayah Waziristan dan wilayah-wilayah perbatasan lainnya di Pakistan, yang dicuragai sebagai tempat basis Taliban.

AS berusaha mendorong terus Pakistan dan Afghanistan melakukan pembersihan terhadap kantong-kantong yang menjadi basis kekuatan Taliban. Inilah yang sekarang strategis yang dijalankan AS, yang berusaha mendorong negara-negara itu menggunakan kekuatan militer menghadapi Taliban.

ementara itu, AS hanya menggunakan payung udaranya, pesawat tanpa awak untuk menyerang wilayah-wilaya yang menjadi pusat kekukatan Taliban. Tapi, langkah-langkah ini justru mendapatkan kecaman dikalangan penduduk,karena yang menjadi korban adalah fihak sipil, bukan Taliban. Sehingga, akibat serangan yang dilaukan militer AS, menimbulkan simpati rakyat di Pakistna dan Afghanistan memihak kepada Taliban. (m/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang