Militer AS Membayar Taliban

Jumat, 30/10/2009 09:15 WIB | Arsip | Cetak


Sebuah kebijakan baru dari pemerintah AS, di mana para pejuang Taliban akan dibayar AS, jika mau bekerjasama dengan militer AS, dan tidak lagi menggunakan tindak kekerasan memerangi pemerintah Afghanistan dan militer AS.

Ketentuan ini dicantumkan dalam undang-undang baru ditandatangani oleh Presiden Barack Obama. Pembayaran imbalan ini sudah pernah dilakukan oleh para panglima Amerika di Irak untuk membujuk pemberontak agar membelot ke pihak mereka, tapi pertama kali taktik ini resmi diberlakukan di Afghanistan.

Program Tanggap Darurat Panglima, CERP, dibentuk untuk memberi militer AS sarana untuk untuk membuka jalan, menggali sumur, dan memberikan bantuan kemanusiaan lain yang bersifat mendesak ke warga Irak dan Afghanistan. Namun, di Irak, dana itu juga bisa disalurkan kepada pemberontak, asal mereka membelot. Pendukung skema CERP menyatakan, taktik ini memungkinkan sekitar 90 ribu warga Irak yang sebelummya bersikap bermusuhan membentuk milisi lokal dan melindungi daerah dari militan.

Skema ini dianggap ikut mengurangi tingkat tindak kekerasan di Irak. Kini, kewenangan yang sama diberikan kepada para panglima AS di Afghanistan.

Salah satu Klausul dalam undang-undang anggara belanja pertahanan tahun 2010  menyatakan, mereka boleh menggunakan dana tersebut untuk mendukung "reintegrasi ke masyarakat Afghanistan" orang-orang yang meninggalkan tindak kekerasan untuk melawan pemerintah.

Total 1,3 miliar dollar telah dianggarkan untuk belanja tersebut, meski belum ada besaran ditetapkan untuk pos program reintegrasi. Ketua Komite Angkatan Bersenjata pada Senat Amerika, Senator Carl Levin mengatakan, dia menghendaki dana itu dipergunakan untuk membayar para mantan pejuang taliban untuk melindungi warga masyarakat mereka. (m/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang