Israel Akan Membunuh Ahmadinejad

Senin, 24/11/2008 11:51 WIB | Arsip | Cetak

Meski AS sudah menunjukkan sikap melunak terhadap masalah Iran dibawah presiden terpilih Barack Obama, tidak halnya dengan Israel yang sangat ambisius untuk menghancurkan negara Islam Iran, bukan hanya fasilitas-fasilitas nuklir negara itu.

Para petinggi militer rezim Zionis itu bahkan sudah merekomendasikan pemerintah Israel untuk membuat persiapan perang dengan Iran, meski hal itu kemungkinan akan memicu konflik Israel dengan sekutunya AS.

Hal itu terungkap dari sebuah laporan militer Israel yang bocor ke media massa. Dalam laporan yang disusun para petinggi militer Israel disebutkan bahwa Tel Aviv punya waktu 'terbatas' untuk menggunakan kesempatan mengambil tindakan terhadap Iran, sebelum Iran benar-benar memiliki senjata nuklir.

Laporan itu mengatakan bahwa Iran kemungkinan sudah berhasil membuat senjata nuklir pada tahun 2009 dan pada saat itu Israel bakal menghadapi Iran sendirian jika tidak segera bertindak dari sekarang. "Iran adalah ancaman bagi kelangsung Israel," demikian penegasan laporan tersebut.

Para petinggi Militer Israel juga merekomendasikan agar pemerintah melakukan pendekatan yang lebih intensif pada AS, agar AS tidak melakukan negosiasi langsung dengan Iran terkait program nuklir Negeri Para Mullah itu.

Bunuh Ahmadinejad

Mantan Kepala Staff Angkatan Bersenjata Israel Moshe Ya'alon lagi-lagi melontarkan pernyataan provokatif. Pada surat kabar The Sydney Morning Herald, Ya'alon mengatakan bahwa Barat harus mempertimbangkan opsi membunuh Presiden Iran Ahmadinejad untuk menghentikan program nuklir Negeri Para Mullah itu.

"Sekarang ini, tidak ada cara lain untuk menstabilkan Timur Tengah tanpa menumbangkan rezim di Iran. Kita harus mempertimbangkan membunuh dia (Presiden Ahmadinejad). Semua pilihan harus dipertimbangkan untuk menghentikan program nuklir Iran."

Ya'alon juga mengklaim negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, Yordania dan negara kawasan Teluk akan mendukung serangan Israel ke Iran. Ya'alon mengaku heran ketika tahun 2003 Presiden George W. Bush memfokuskan invasi ke Irak dan bukan ke Iran.(ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang