Mirfat Mas'ud, Syahidah Beit Hanoun: Berbuka Puasa di Surga

Kamis, 09/11/2006 12:06 WIB | Arsip | Cetak

“Aku siapkan makanan untuk buka puasa sambil menunggu kepulangannya dari kampus. Hari ini ia puasa, tapi ternyata ia lebih ingin berbuka puasa di surga….” Demikian potongan kalimat luar biasa yang keluar dari seorang ibu gadis Beit Hanoun. Nama gadis itu adalah Merfat Mas’ud, usianya 18 tahun. Namanya menjadi buah bibir rakyat Palestina, dan Muslimin dunia yang mengikuti perjuangan Muslim Beit Hanoun ketika dibombardir oleh tentara Israel. Mirfat Mas’ud, adalah gadis pelaku aksi menjemput syahid di hari Senin pekan ini.

Dalam surat wasiat yang ditulisnya sebelum melakukan aksi syahid, ia menyerukan bangsanya untuk tetap melakukan perlawanan. Katanya, “Wahai bangsa yang selalu berada dalam kondisi berjaga. Tetaplah di atas jalan ini. Jalan perlawanan. Peliharalah janjimu untuk darah para syuhada. Hari ini, aku keluar melakukan aksi syahid untuk membalas semua yang pernah dilakukan penjajah Zionis Israel dalam bentuk pembantaian. Agar aksi ini menjadikan jasad-jasad kita sebagai api yang membakar habis penjajah yang bengis.”

Di rumahnya yang sederhana, di kamp pengungsian Jabaliya, utara Ghaza, sejumlah kaum Muslimah masih terus menerus berdatangan bertemu dengan sang ibu yang membagi-bagikan kue tanda syukurnya kepada Allah swt atas aksi syahid puterinya. Aksi syahid itu dianggap sebagai aksi heroik yang spektakuler bagi Muslimah Beit Hanun, setelah pembantaian Israel yang tak putus dialami penduduk Beit Hanoun sejak bulan Juni lalu, hingga memakan korban 400 orang sipil Palestina.

Meski berupaya menyampaikan kesyukuran atas aksi puterinya, namun sang itu, Ummu Alaa, namanya tak bisa juga membendung air matanya. Ia mengatakan, “Ia tak memberitahuku bahwa ia akan melakukan aksi syahid. Ia hanya sering membicarakan hal itu padaku. Ia juga sering menegaskan bahwa dirinya kelak akan menjadi bagian dari pasukan syahid untuk membalas darah anak-anak, kaum wanita yang menjadi korban keganasan Israel.”

Ia melanjutkan, “Kami tadinya mengira ia berkelakar pada pekan lalu saat ia mengatakan agar aku meridhai dirinya. Aku pun berkelakar kepadanya, dan aku katakan aku tidak ridha kepadanya. Tapi setelah itu ia menangis sampai kemudian aku peluk dan aku katakana, “Allah yang ridha kepadamu. Ridha dari Tuhanku, berarti juga ridha dari hatiku..” Begitu indahnya.

Kini, masih dengan air mata berderai, Ummi Alaa mengatakan, “Aku ridha kepadamu wahai buah cintaku Mirfat. Aku ridha sebanyak jumlah daun daun pohon dan sebanyak jumlah manusia yang pernah hidup di dunia ini.

Mirfat Mas’ud, menurut sejumlah saksi mata, meledakkan bom yang melilit tubuhnya di antara sejumlah pasukan militer Israel yang ingin merangsek ke sebuah rumah milik Abu Mamduh, di salah satu jalan di Beit Hanun. “Mirfat mengenakan jilbab dengan penutup muka. Ia maju ke sejumlah tentara Israel yang berjumlah sekitar 7 sampai 10 orang. Pasukan Israel lalu memintanya melepas penutup mukanya. Tapi kemudian ia berjalan dan meledakkan diri di antara pasukan Israel. Tak ada pasukan Israel yang mati, menurut pihak Israel. Tapi sejumlah tentara dikabarkan terluka parah dengan aksi berani Mirfat itu.

“Ia lebih ingin berbuka puasa di surga… “ ujar sang ibu. (na-str/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang