Miss Universe Mesir dan Lebanon: Ketika Bikini dan Perempuan Mengganti Bom dan Teroris

Rabu, 26/08/2009 17:12 WIB | Arsip | Cetak


Di kepulauan Bahama, AS, saat ini tengah berlangsung perhelatan bagi kaum hedonis dan feminis sejati: pemilihan Miss Universe. Tak ada yang berubah dari perhelatan tahun ini karena masih tetap berlangsung sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, bagi negara-negara Arab dan Timur Tengah, mereka menyaksikannya dengan murung dan menderita.

Dari 22 negara Arab, hanya dua Negara yang menyertakan warganya dalam kontes kecantikan yang jelas-jelas mengeksploitasi perempuan ini, yaitu Mesir dan Lebanon. Jutaan rakyat Mesir menjerit karena pelaksanaan kontes ini hampir berdekatan dengan Ramadhan, dan Hosni Mubarak—presiden mereka—masih tetap mengizinkan seseorang dari negara mereka yang senantiasa mendengungkan Al Quran pergi ke Miss Universe. Ikhwan merana. Bahkan Kristen Koptik pun begitu. Tapi tak ada yang bisa mereka lakukan. Sedangkan Lebanon, sebuah negara Sy’iah di Timur Tengah yang lain setelah Iran—jadi tidak ada yang perlu diherankan untuk saat ini.

Tahun ini, perhelatan Miss Universe memasuki usianya yang ke-58. Cukup tua, dan pemenangnya adalah Miss Venezuela Stefania Fernandez. Tahun 2006, pada 9 April, Tamar Goregian, 23, seorang Kristen dari Iraq, menarik mundur dari kontes ini. Ia dipandang sebagai wanita yang tak punya empati kepada negaranya karena mengikuti kontes seperti ini di saat negaranya sedang dijajah oleh negara penyelenggara kontes tersebut. Tak ada yang mau menggantiakn Goregian.

Tahun ini, tampaknya keikutsertaan Mesir dan Lebanon seolah isyarat langsung dari Barat bahwa ada yang bisa menggantikan bom dan teroris yaitu bikini dan perempuan cantik. Jika sekarang, hanya diikuti 2 negara saja, entah dengan tahun-tahun yang akan datang, seiring dengan makin merebaknya paham liberal di negara-negara Arab. (sa/jp)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang