Misteri California di Balik Krisis Ekonomi AS
Jika ingin melihat AS, maka lihatlah California. Washington dan Wall Street menggambarkan negara bagian di AS ini sebagai pusat segala sesuatu di AS, dan otomatis, dalam keruntuhan ekonomi seperti sekarang ini, California tak ubahnya sirkus.
California adalah wilayah terbesar di AS yang mempunyai pusat teknologi tercanggih, Silicon Valley. Rakyat AS banyak tinggal di sini, 38 juta, menjadikannya kota dengan populasi paling padat di Negara Paman Sam. GDP negara bagian ini—jangan salah—lebih besar daripada penduduk Russia, Brazil, Kanada, atau India secara keseluruhan, mencapai $1,8 trilyun per tahun, tertinggi di AS.
Dan sekarang negara bagian ini runtuh.
Turunnya bisnis kredit di California paling parah dibandingkan dengan negara-negara bagian lainnya seperti Los Angeles, New York dan lainnya. Bisnis perumahan di California pun ambruk paling dulu. Rumah-rumah tiada harganya. Dan pengangguran bermunculan di mana-mana seperti jamur di musim penghujan.
Memasuki bulan ini, angka pengangguran di California melonjak menjadi 11,5%, terburuk setelah Perang Dunia II, 64 tahun yang lalu. Bulan lalu, penduduk California yang tak lagi punya pekerjaan mencapai 68.900, dan sejak Juli 2008, 739.000 pengangguran baru terus lahir di wilayah ini.
Para ahli ekonomi AS meyakini, walaupun krisis global ekonomi di AS bisa segera diatasi, sebaliknya krisis di California tampaknya akan terus berlangung. UCLA memprediksikan 12,1 % pengangguran akan segera menyusul di musim semi nanti.
Nah, bagaimana jika krisis ekonomi terus berlangsung seperti sekarang ini? Mungkin angka pengangguran akan mencapai 25%. Inilah periode terburuk AS. California sekarang ini mengalami defisit anggaran $24,3 milyar. Perkataan presiden AS bahwa “California terlalu besar untuk ambruk.” terdengar sumbang di telinga rakyat AS sekarang ini. Karena pada kenyataannya, semua pemerintahan di California tampaknya bergerak tak tentu arah dalam menghindari krisis ini.
Para ahli ekonomi AS sudah mewanti-wanti, “Jangan pernah meremehkan depresi ekonomi di California” pada pengaruh ekonomi AS. GDP $1,8 trilyun per tahun sangat besar, dan babak-belurnya California, sama juga dengan babak-belurnya AS. (sa/mnm)
Lainnya (Arsip)
- Afghanistan: Perang Perubahan?
Kamis, 25/06/2009 14:31 WIB - Mantan Kepala Mosad di Tehran: Syah Pahlevi Meminta Mosad Bunuh Khomaeni
Kamis, 25/06/2009 13:37 WIB - Mendagri Jerman Serukan Pengakuan Resmi atas Agama Islam
Kamis, 25/06/2009 12:41 WIB - Muslimah Prancis: Kami Cuma Jadi Kambing Hitam
Kamis, 25/06/2009 11:41 WIB - Brent Scowcroft: AS Kerahkan Agen-Agen Intelijennya ke Iran
Kamis, 25/06/2009 10:58 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




