Sumber Zionis Israel mengungkapkan bahwa Badan Intelijen Luar Negeri Israel "Mossad" telah gagal dalam usaha pembunuhan terhadap perwakilan Hamas di Libanon Usamah Hamdan, dengan menanam bahan peledak di mobilnya.
Pada situs website "central issues" Israel pada hari Ahad yang lalu dilaporkan bahwa Hamdan telah lolos dari usaha percobaan pembunuhan, yang direncanakan Mossad, situs tersebut juga menambahkan bahwa agen keamanan Libanon telah menemukan bahan peledak yang ditempatkan di dalam mobil Hamdan saat ia akan masuk mobil, Hamdan pun dengan segera memanggil ahli bahan peledak dari Hizbullah dalam usaha untuk membongkar dan menjinakkan bahan peledak, namun bom itu keburu meledak ketika sedang berusaha dijinakkan.
Ledakan terjadi pada Sabtu malam lalu di pinggiran selatan kota Beirut, seperti dilaporkan oleh Agence France-Presse mengutip sumber keamanan dan mengatakan bahwa ledakan bom telah mengakibatkan setidaknya dua orang tewas dan beberapa orang terluka', tanpa menentukan sasaran ledakan atau penyebabnya.
Juru bicara Hamas Ayman Taha mengatakan ledakan di pinggiran selatan Beirut, telah menewaskan dua anggota kelompok Hamas dan melukai tiga orang lainnya, ia menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk penyelidikan insiden tersebut.
Sementara itu, Presiden Libanon Michel Suleiman mengutuk pengeboman yang terjadi di pinggiran selatan kota Beirut, dan menyebut peristiwa itu sebagai tindakan "sabotase" yang bertujuan untuk "merusak stabilitas."
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Informasi Kepresidenan menyatakan bahwa, "Presiden Libanon mengecam insiden pemboman tersebut dan menganggapnya sebagai suatu tindakan sabotase, yang dilakukan oleh musuh negara yang bertujuan untuk mengacaukan situasi."
Presiden Libanon menyatakan juga bahwa Libanon akan bertekad menjaga dan mempertahankan kestabilan situasi dari tindakan yang mengancam dan ia juga meminta lembaga yang kompeten untuk mengintensifkan penyelidikan untuk menangkap para perusuh." (fq/imo)
Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!
Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.
Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.
Gampang-gampang susah mencari bankir syariah. Meski stok SDM melimpah, bahkan banyak yang menanyakan ke redaksi ib.eramuslim.com mengenai lowongan bankir syariah, tidaklah begitu saja masalah bankir syariah terpenuhi.
Bank syariah, bagi Fahrizal, adalah sebuah keberkahan tak terkira. Keyakinannya terhadap sistem ekonomi syariah yang rahmatan lil .alamin membuatnya percaya kepada bank yang ber-tagline "Pertama, Murni Syariah". Kenapa?
Biasakan membangun komunikasi dengan anak secara terbuka dan berikan rasa nyaman dan tentram pada dirinya bahwa ibu tidak marah dan sang anak bisa cerita apa saja.
Sosok yang bercitra mulia ini selalu hadir di lokasi-lokasi bencana. Baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Kadang hadir apa adanya, tanpa seragam dan atribut.