Mossad Mulai Gerilya untuk Selamatkan Muka Israel

Kamis, 18/02/2010 15:51 WIB | Arsip | Cetak

Sumber-sumber di badan intelejen Israel mengatakan bahwa Mossad diam-diam sedang melobi intelijen Inggris, Prancis, Jerman dan Irlandia agar pemerintahan negara-negara itu bersikap lunak terhadap Israel dalam kasus pembunuhan Mahmoud Al-Mabhouh, komandan senior Hamas.

"Lobi itu mungkin tidak berhasil, melihat kemarahan yang ditunjukkan pemerintahan negara-negara itu. Tapi hanya proses musyawarah yang bisa membebaskan Israel dari sengatan tuduhan sebagai dalang pembunuhan itu," kata salah satu sumber di badan intelijen Israel, Mossad.

Israel masih memilih tutup mulut atas tuduhan sebagai dalang pembunuhan Al-Mabhouh setelah aparat berwenang di Dubai mengumumkan 11 orang tersangka pelaku pembunuhan, dimana enam diantaranya adalah warga negara Inggris-Israel.

Menguatnya indikasi bahwa agen-agen Mossad terlibat dalam pembunuhan Al-Mabhouh memicu spekulasi pemecatan pucuk pimpinan Mossad, Meir Dagan. Tapi sumber yang dekat dengan Dagan mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan tetap mempertahankan Dagan.

"Dagan tidak berencana untuk mundur sebelum masa jabatannya berakhir. Mengundurkan diri sama artinya mengakui bertanggung jawab atas pembunuhan itu," kata sumber tadi.

Masa jabatan Dagan, 64, selesai akhir tahun ini. Ia terpilih sebagai pimpinan Mossad pada tahun 2002 yang salah satu tugasnya adalah "menghabisi" musuh-musuh Israel di luar negeri dan Dagan memang dinilai sukses dalam melakukan operasi-operasi "pembersihan" terhadap tokoh-tokoh Hamas, Hizbullah, tokoh-tokoh negara Iran dan Suriah yang dianggap membahayakan Israel.

Nasib Dagan masih beruntung, tidak dipecat Netanyahu. Beda dengan pendahulunya, Danny Yatom yang disuruh mengundurkan diri setelah gagal membunuh pimpinan Hamas, Khaled Meshaal pada tahun 1997 di Yordania.

Ketika itu, Netanyahu menyetujui rencana Yatom untuk membunuh Meshaal dengan menggunakan racun. Tapi pembunuhan itu gagal. Agen mossad yang menggunakan identitas sebagai orang Kanada ditangkap oleh aparat Yordania setelah mencoba mencari perlindungan di kedutaan besar Israel di Amman. (ln/rts/Ynet)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang