Mourinho Dikritik Atas Komentarnya Tentang Ramadhan

Pelatih klub sepak bola Inter Milan - Jose Mourinho mendapat kritikan dari seorang pemimpin umat Islam Italia pada hari Selasa lalu untuk komentarnya tentang bulan Ramadhan.
Gelandang Inter Milan - Sulley Muntari digantikan posisinya pada babak pertama pertandingan bola seri A pada hari minggu lalu yang berakhir draw 1:1 - melawan Bari. Mourinho mengatakan bahwa Muntari yang asli Ghana tersebut, permainannya kurang bagus dan tidak bertenaga karena sedang menjalankan puasa di bulan Ramadhan.
"Muntari sudah beberapa kali mengalami masalah yang berkaitan dengan Ramadan, mungkin dengan panas itu tidak baik baginya untuk melakukan hal ini," katanya kepada wartawan.
"Ramadhan bukan saat yang ideal bagi seorang pemain untuk bertandingsepak bola."
Mantan manajer Chelsea ini, terkenal karena komentarnya yang blak-blakan, dan ada indikasi Muntari tidak akan dilibatkan dalam pertandingan akhir pekan ini melawan rival AC Milan.

"Saya pikir sebaiknya Mourinho jangan terlalu banyak berbicara," kata Mohamed Nour Dachan presiden dari persatuan organisasi dan komunitas Muslim Italia, kepada Sky Television.
"Seorang pemain yang beragama Kristen, Yahudi atau Islam pasti memiliki watak psikoligis yang sangat tenang dan hal tersebut akan banyak menolongnya," imbuhnya.
"Seorang pemain yang berpuasa tidak secara otomatis melemah karena kami mengetahui dari lembaga kesehatan olahraga bahwa mental dan psikologis yang stabil akan bisa memberikan olahragawan tambahan semangat sewaktu berada di lapangan."
Dokter Yacine Zerguni seorang anggota dari FIFA dan komite kesehatan olahraga CAF, telah bekerjasama dengan F-marc (pusat lembaga pengkajian dan penelitian medis FIFA) yang telah melakukan penelitian serta pengamatan terhadap efek dari berpuasa Ramadhan bagi seorang olahragawan.
Dan kesimpulannya bahwa berpuasa pada bulan Ramadhan tidak masalah bagi atlet sepak bola level atas.
Frederic Kanoute penyerang klub sepak bola Spanyol Seville, telah mengatakan kepada situs Goal.com awal pekan ini, bahwa dengan berpuasa membuat dirinya menjadi lebih baik lagi bermain bola.(fq/iol/reu)
Lainnya (Arsip)
- Tiga Juta Gelas ZamZam Per Hari Saat Ramadan
Kamis, 27/08/2009 09:09 WIB - Siapa Bernanke, Obama?
Kamis, 27/08/2009 08:54 WIB - Ramadhan dan Sinetron Negara Arab
Kamis, 27/08/2009 04:18 WIB - Miss Universe Mesir dan Lebanon: Ketika Bikini dan Perempuan Mengganti Bom dan Teroris
Rabu, 26/08/2009 17:12 WIB - Fatwa Aneh Lembaga Fatwa Mesir : Pemain Bola Boleh Tidak Berpuasa
Rabu, 26/08/2009 15:09 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




