Mubarak : Mendukung Abbas Menguasai Gaza

Kamis, 12/02/2009 13:23 WIB | Arsip | Cetak

Di tengah semakin tidak populernya Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas, justru Presiden Mesir Hosni Mubarak, berusah keras agar Abbas, menguasai kembali Gaza. Abbas yang memimpin al-Fatah mengalami kekalahan yang telak oleh Hamas, melalui pemilu yang berlangsung Januari, 2006, lalu.

Maka, secara de facto Abbas dan al-Fatah sudah kehilangan pengaruh kekuasaannya di Gaza. Namun, Mubarak yang merupakan ‘proxy’ (tangan) Israel berusaha keras mengembalikan posisi Abbas di Gaza. Ini merupakan skenario yang buruk bagi masa depan rakyat Palestina, dan akan menciptakan perpecahan yang lebih dalam.

Dalam lawatannya ke Istambul (Turki), dan bertemu dengan Presiden Turki Abdullah Gul, secara tandas, Hosni Mubarak, ingin mendapatkan dukungan Turki, agar Mahmud Abbas memegang kendali atas Gaza. Gagasan Mubarak ini, mencerminkan pandangan Israel dan AS. Tujuannya menggusur pemerintahan Ismail Haniyah, yang secara de jure dan de facto menguasai Gaza. Dalam pertemuan dengan Abdullah Gul, secara tegas Hosni Mubarak, menginginkan kembalinya Abbas. “Saya telah menekankan pentingnya PLO untuk mempertahankan posisinya yang bersejarah”, kata Mubarak. Selanjutnya Presiden Mesir itu menambahkan : “Ini adalah satu-satunya organisasi, yang syah secara hukum mewakili rakyat Palestina”, tambahnya.

Turki mendukung ide Mubarak, tapi Abdullah Gul, juga menegaskan pentingnya diakui eksistensi Hamas, sebagai entitas politik, yang sudah memenangkan pemilu di Palestina. Gul, menginginkan setiap proses politik yang terjadi di Palestina harus tetap melibatkan Hamas. Tidak mungkin Hamas, dikesampingkan, dan tidak dilibatkan dalam setiap proses politik, yang sekarang ini mempunyai posisi penting di Gaza.

Presiden Mubarak yang melakukan lawatan ke Turki, tak lama sesudah terjadinya peristiwa yang menggemparkan dunia, di mana Perdana Menteri Turki, yang dengan keras mengkritik Presiden Israel, Shimon Peres, di dalam pertemuan Forum Ekonomi Global, di Davos (Swiss), dan Erdogan menyatakan di depan forum itu, : “Israel pembunuh”. Kemudian, Erdogan meninggalkan pertemuan, karena merasa pertemuan itu tidak adil, dan hanya memberikan kesempatan kepada Presiden Israel, Shimon Peres, berbicara dan membela Israel oleh moderator David R.Ignatius, wartawan The Washington Post.

Nampaknya, pemimpin Mesir, Hosni Mubarak, yang merupakan sekutu AS dan Israel, ingin agar Turki mendukung rencana damai Mesir, yang sebenarnya tak lebih, merupakan paket dari Israel dan AS, yang ingin menciptakan zone keamanan bagi Israel, dan melikwidasi pemerintahan Hamas, dan mendudukan kembali sekutu Israel, yaitu Presiden Mahmud Abbas. (m/pic)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang