Mubarak Seumur Hidup?

Jumat, 17/07/2009 07:23 WIB | Arsip | Cetak

Sepertinya Hosni Mubarak bisa jadi masih akan jadi presiden Mesir berikutnya lagi. Enam tahun presidensial Mubarak tampaknya hanya tinggal sebuah fait accompli belaka.

Jika itu terjadi, sekali lagi, ini adalah sesuatu yang ganjil. Sangat tidak biasa sebuah negara begitu tergantung pada satu figur pemimpin saja. AS, misalnya, mungkin begitu mengandalkan Franklin Roosevelt, namun Roosevelt tidak bertahan selama Mubarak. Yang terjadi di Mesir adalah sesuatu yang melebihi porsi seharusnya.

Rakyat Mesir, anehnya, ikut berada di belakang ini semua. Mereka memasang banyak slogan dan spanduk yang berisi kalimat seperti “Ya untuk Mubarak, presiden seumur hidup,” dan “Tuhan memberi Mesir dengan tiga karunia besar: piramida, sungai nil, dan Mubarak.”

Betul, Mubarak memang telah memutar haluan ekonomi Mesir ke arah yang lebih baik, namun kenyataan bahwa tujuh puluh juta Muslim yang hidup di negara itu masih memberikan jalan pada Mubarak adalah sesuatu yang memalukan. Kemana sejarah bahwa Mubarak, dari sejak memerintah hingga kini, sudah mendera ribuan tokoh pergerakan Islam ke dalam penjara?

Mubarak hidup di masa yang strategis dari sejarah Mesir, memang. Dia mungkin tidak pernah merasakan popularitas berlebihan, tapi dia sudah hampir tiga dekade berada dalam dekapan Mesir yang nyaman. Mubarak pun terkenal represif, dan bisa jadi spanduk dan slogan yang sekarang banyak beredar merupakan lebih dari bentuk ketakutan masyarakat Mesir dibandingkan sebuah penghargaan.

Jika bukan, jika bukan Mubarak yang tengah menseting Mesir seperti itu, artinya murni kesadaran rakyat Mesir, maka rakyat Mesir tengah menjerumuskan diri sendiri pada lubang hitam yang besar. Jika benar begitu, kondisi ini sama persis dengan kondisi Mesir enam tahun yang lalu, ketika sebagian kecil rakyat Mesir lainnya hanya bisa memandangi jarum jam berdetik dan menunggu sebuah hari perubahan namun tak pernah terjadi.

Itu artinya, Mubarak akan terus melanjutkan supresinya terhadap satu-satunya oposisi yang mengancam posisinya: entitas politik Islam yang sesungguhnya. Namun, entah itu terjadi kapan. (sa/wknngslm)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang