Mubarak Seumur Hidup?
Sepertinya Hosni Mubarak bisa jadi masih akan jadi presiden Mesir berikutnya lagi. Enam tahun presidensial Mubarak tampaknya hanya tinggal sebuah fait accompli belaka.
Jika itu terjadi, sekali lagi, ini adalah sesuatu yang ganjil. Sangat tidak biasa sebuah negara begitu tergantung pada satu figur pemimpin saja. AS, misalnya, mungkin begitu mengandalkan Franklin Roosevelt, namun Roosevelt tidak bertahan selama Mubarak. Yang terjadi di Mesir adalah sesuatu yang melebihi porsi seharusnya.
Rakyat Mesir, anehnya, ikut berada di belakang ini semua. Mereka memasang banyak slogan dan spanduk yang berisi kalimat seperti “Ya untuk Mubarak, presiden seumur hidup,” dan “Tuhan memberi Mesir dengan tiga karunia besar: piramida, sungai nil, dan Mubarak.”
Betul, Mubarak memang telah memutar haluan ekonomi Mesir ke arah yang lebih baik, namun kenyataan bahwa tujuh puluh juta Muslim yang hidup di negara itu masih memberikan jalan pada Mubarak adalah sesuatu yang memalukan. Kemana sejarah bahwa Mubarak, dari sejak memerintah hingga kini, sudah mendera ribuan tokoh pergerakan Islam ke dalam penjara?
Mubarak hidup di masa yang strategis dari sejarah Mesir, memang. Dia mungkin tidak pernah merasakan popularitas berlebihan, tapi dia sudah hampir tiga dekade berada dalam dekapan Mesir yang nyaman. Mubarak pun terkenal represif, dan bisa jadi spanduk dan slogan yang sekarang banyak beredar merupakan lebih dari bentuk ketakutan masyarakat Mesir dibandingkan sebuah penghargaan.
Jika bukan, jika bukan Mubarak yang tengah menseting Mesir seperti itu, artinya murni kesadaran rakyat Mesir, maka rakyat Mesir tengah menjerumuskan diri sendiri pada lubang hitam yang besar. Jika benar begitu, kondisi ini sama persis dengan kondisi Mesir enam tahun yang lalu, ketika sebagian kecil rakyat Mesir lainnya hanya bisa memandangi jarum jam berdetik dan menunggu sebuah hari perubahan namun tak pernah terjadi.
Itu artinya, Mubarak akan terus melanjutkan supresinya terhadap satu-satunya oposisi yang mengancam posisinya: entitas politik Islam yang sesungguhnya. Namun, entah itu terjadi kapan. (sa/wknngslm)
Lainnya (Arsip)
- Juli 2009, Afghanistan Siaga Satu
Jumat, 17/07/2009 06:46 WIB - ASA Inggris Larang Iklan Pariwisata Israel
Kamis, 16/07/2009 18:17 WIB - Nama Marwa Al-Sharbini akan Dijadikan Nama Jalan di Mesir
Kamis, 16/07/2009 14:00 WIB - Timur Tengah 2030
Kamis, 16/07/2009 13:14 WIB - Klub-klub Malam Menjamur di Baghdad
Kamis, 16/07/2009 12:38 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




