Mufti Saudi Keluarkan Fatwa Terkait Wabah Flu Babi

Mufti Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang isinya melarang perjalanan dari dan ke negara-negara dimana terdapat banyak kasus flu babi. Fatwa itu dikeluarkan menyusul laporan adanya kasus flu babi di Mesir, Libanon, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Arab Saudi sendiri.
Mufti Saudi Syaikh Abdel al-Aziz al-Sheikh mengatakan, fatwa larangan melakukan perjalanan karena flu babi itu berdasarkan sabda Rasulullah Muhammad SAW yang menasehati agar kaum Muslimin tidak melakukan perjalanan dari dan ke negara yang penduduknya sedang terkena wabah penyakit.
Hari Rabu kemarin, Saudi mengumumkan ditemukannya kasus flu babi pada sejumlah pekerja asal Filipina. Dengan demikian, kasus flu babi di Saudi mencapai 22 kasus. Sementara Kementerian Kesehatan Libanon mengumumkan dua kasus baru flu babi yang dibawa dari seorang perempuan asal Kanada dan seorang lelaki asal Australia. Jumlah kasus flu babi di Libanon menjadi 9 kasus.
Abdul Rahman Shahim, juru bicara menteri kesehatan Mesir hari Selasa kemarin juga mengumumkan kasus baru flu babi pada dua orang perempuan asal Sudan dan satu orang anak kecil keturunan Mesir-Amerika, sehingga jumlah kasus flu babi di negeri Piramida itu meningkat menjadi 26 kasus.
Negara-negara Timur Tengah juga mulai melaporkan kasus pertama flu babi di negaranya, seperti Yordania, Qatar, Oman dan Yaman. Total kasus flu babi di Timur Tengah berjumlah 90 kasus.
Menkes Yordania, Nayef al-Fayez hari Rabu kemarin mengumumkan dua remaja perempuan yang terkena flu babi setelah melakukan perjalanan dari luar negeri. Setelah itu, ditemukan kasus flu babi baru pada tiga orang asal Palestina dan seorang Yordan.
Kawasan Teluk rentan dengan penularan flu babi, karena negara-negara di kawasan ini merupakan zona perjalanan yang ramai. Di Kuwait, 18 tentara AS yang bertugas di negeri itu diketahui positif terkena virus flu babi. Di Qatar tercatat 3 kasus flu babi, dua kasus ditemukan pada dua anak lelaki yang bari pulang dari New York dan Selandia Baru.
Di Uni Emirat Arab, seorang warganya terinfeksi flu babi setelah melakukan perjalanan ke AS. Di negara ini tercatat dua kasus flu babi. (ln/aby)
Lainnya (Arsip)
- Memperjuangkan Amandemen UU Anti-Muslim di Polandia
Kamis, 18/06/2009 12:34 WIB - Erdogan: Mendukung Konferensi Pembangunan Gaza
Kamis, 18/06/2009 12:19 WIB - Kampanye Anti-Burka di Prancis: "Mereka Seperti Penjara Berjalan"
Kamis, 18/06/2009 11:08 WIB - Tokoh Hamas, Aziz Dweik Dibebaskan Israel
Kamis, 18/06/2009 10:09 WIB - Perempuan Topless dan Nudist Club di Dubai
Kamis, 18/06/2009 08:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




