Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin : Pemilihan Mursyid ke 8 di Tunda

Kamis, 14/01/2010 11:13 WIB | Arsip | Cetak

Mursyid 'Aam Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr.Mahdi Akif melakukan konferensi pers, tentang penundaan pemilihan Mursyid 'Aam, yang baru (ke 8), yang rencananya berlangsung pada 13 Januari lalu, di tunda sampai tanggal 16 Januari (Jum'at) mendatang, pukul 11.00 waktu setempat.

Pemilihan Mursyid 'Aam yang baru ini, mendapatkan perhatian dari seluruh pergerakan di dunia, menanti siapa yang bakal menggantikan Mahdi Akif. Akif menolak memimpin kembali Jamaah Ikhwanul Muslimin, yang didirikan sejak tahun 1928, oleh Hasan Al-Banna, dan sekarang telah memiliki 70 cabang di seluruh dunia. IKhwan telah meretas jalan dakwah dan berjuang dalam  spektrum yang sangat luas, dan mempunyai pengaruh di penjuru dunia. Sekalipun sekarang Ikhwan  tidak dipungkiri Jamaah ini mempunyai masalah-masalah internalnya, setelah berdiri hampir lebih 80 tahun.

Jamaah Ikhwan yang didirikan Hasan Al-Banna, sebagi Mursyid 'Aam yang pertama, kemudian setelah Al-Banna tewas dibunuh aparat keamanan Mesir, tahun l948, digantikan oleh Hasan Hudaibi, seorang ahli hukukm kenamaan di Mesir. Periode kedua dibawah Hasan Hudaibi ini, Ikhwan menghadapi tantangan yang sangat luar biasa. Berkat ketangguhan Hasan Hudaibi, Jamaah Ikhwan berhasil diselamatkannya dari makar musuh-musuhnya.

Kemudian berturut-turu yang menjadi Mursyid 'Aam Ikhwan, adalah Hamid Abu Nasr, Umar Tilmisasi, Mustafa Masyhur, dan ketika Musfafa Masyhur meninggal digantikan oleh putra Hasan Hudaibi yaitu Makmun Hudaibi. Tetapi Makmun Hudaibi tidak lama memimpin Jamaah Ikhwan, hanya satu tahun, meninggal dan digantikan oleh Dr.Mahdi Akif. Akif adalah generasi tua, yang masih bersentuhan langsung dengan Hasan al-Banna.

Siapa yang akan menggantikan Mahdi Akif? Dan, bagaimana pemimipin  baru, Mursyid 'Aam yang ke 8, menghadapi berbagai tantangan  global dan regional serta kondisi Mesir, yang penuh dengan masalah kemelut politik, yang terkait dengan konflik di Palestina.

Semuanya mengharapkan munculnya pemimpin baru Ikhwan yang lebih memiliki respons yang positif terhadap perkembangan dakwah dan politik di masa depan. (m/berbagai sumber)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang