Muslim Belanda Menjadi Walikota Rotterdam

Selasa, 06/01/2009 15:44 WIB | Arsip | Cetak

Ahmed Aboutaleb, hari Senin kemarin diambil sumpahnya sebagai walikota Rotterdam, kota kedua terbesar di Negeri Kincir Angin, Belanda. Ia adalah seorang Muslim Belanda keturunan Maroko yang berhasil memenangkah pemilihan walikota Rotterdam bulan Oktober 2008 kemarin.

"Banyak orang merasa tidak yakin dengan perubahan yang bisa terjadi di dunia. Kota ini berkembang pesat dibawah pendahulu saya. Rotterdam menjadi kota yang lebih aman dan warga kota ini bisa merasakannya," kata Aboutaleb,47, dalam pidato pertamanya di depan publik setelah upacara pelantikan.

Pada kesempatan itu, ia menyayangkan pihak-pihak yang masih mempertanyakan loyalitasnya pada Belanda karena ia memiliki dua kewarganegaraan. "Saya sudah memilih Belanda secara fisik dan mental," tegasnya.

Aboutaleb lahir di Beni Sidel, Maroko tahun 1961 dan berimigrasi ke Belanda pada usia 14 tahun. Ia pernah bekerja sebagai wartawan dan pernah menjadi juru bicara seorang menteri di Belanda sebelum bekerja sebagai anggota dewan kota Amsterdam dan dewan kota The Hague.

Tahun 1998, Aboutaleb menjadi direktur organisasi Forum, institusi yang mengurusi persoalan multikultural di Belanda. Upayanya meredam ketegangan anti-Muslim setelah insiden terbunuhnya sutradara film Belanda Theo van Gogh, mendapat pujian. Van Gogh ditikam oleh seorang pemuda Belanda keturunan Maroko gara-gara filmnya yang dianggap melecehkan Islam.

Karirnya di partai politik terus bersinar. Aboutaleb yang aktif di Partai Buruh terpilih sebagai menteri sosial pada tahun 2007, pada masa Perdana Menteri Jan Peter Balkenede. Terpilihnya Aboutaleb dalam jajaran kabinet Balkenede disambut dengan antusias oleh Muslim Belanda yang berjumlah satu juta orang dari 16 juta total populasi penduduk Negeri Kincir Angin itu.

Setelah terpilih sebagai walikota Rotterdam, Aboutaleb berjanji akan mengembangkan sikap toleransi dan kerjasama antara seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, rasa saling percaya hal yang paling penting untuk membangun persatuan di kalangan masyarakat. Ia juga berjanji akan bersikap terbuka dalam perdebatan-perdebatan yang menyangkut hubungan antara Muslim dan non-Muslim di Belanda.

"Gereja-gereja lenyap, masjid-masjid muncul. Ini membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Kita tidak boleh memanfaatkan situasi ketakutan dan ketidakpastian ini, saya tidak akan melakukan hal itu," ujarnya. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang