Muslim Inggris Dikeroyok Sekelompok Anak Muda di Depan Cucunya

Ekram Haque, seorang muslim Inggris menjadi korban penganiayaan sekelompok anak muda saat baru pulang dari masjid bersama cucunya. Ekram yang berusia 67 tahun, hampir kehilangan nyawanya karena dipukuli hingga babak belur di depan cucunya bernama Miriam yang masih berusia 3 tahun.
Insiden penganiayaan ini terjadi di depan sebuah gereja di pinggiran kota Tooting, London Borough of Wandsworth seminggu yang lalu. Ekram dikeroyok oleh sekitar 20 anak muda yang menyergapnya. Diduga aksi kekerasan ini berlatar belakang rasial.
Polisi setempat sedang menyelidiki kasus ini, sementara Ekram dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat luka serius di bagian kepalanya. Dokter yang merawat Ekram mengatakan bahwa Ekram tidak akan mampu bertahan hidup.
Keluarga dan teman-teman Ekram menyesalkan kejadian ini. Putera Ekram, Arfan Haque mengatakan, ayahnya sangat mencintai Inggris. "Ia sudah merasa dirinya sebagai orang London dan ia adalah sosok yang baik dan penuh kasih sayang, yang selalu membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan," kata Arfan yang menemani ayahnya di rumah sakit.
Teman-teman Ekram yang menjenguknya juga mengakui Ekram sebagai sosok yang baik dan selama 25 tahun telah memberikan kontribusinya pada masyarakat setempat.
Kepolisian Tooting mengaitkan insiden yang menimpa Ekram dengan dua kasus serangan yang sama terhadap warga Muslim. Mereka menduga kasus-kasus serangan ini berlatar belakang rasial.
Anggota legislatif wilayah Tooting, Sadiq Khan yang menyempatkan diri menjenguk Ekram mengecam keras aksi kekerasan itu. Ia mengaku geram dan marah terhadap anak-anak muda yang telah melakukan tindakan pengecut itu.
"Tak ada satupun alasan yang bisa membenarkan tindakan ini. Tapi jika melihat usia korban, membuat kita percaya bahwa siapa saja bisa melakukan serangan terhadap orang yang tak berdosa dari komunitas kita. Bisa jadi yang menjadi korban selanjutnya adalah orang tua atau kakek-nenek kita," tukas Khan.
Meski marah dan geram atas insiden yang menimpa ayahnya, Arfan Haque menghimbau komunitas Muslim di Inggris untuk menahan diri. "Saya ingin semua orang menghormati agamanya. Al-Quran melarang kita melakukan balas dendam," imbuh Arfan. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Dua Bank AS Kembali Tutup Buku
Selasa, 08/09/2009 09:24 WIB - Russia dan Kenangan Mujahidin Afghanistan 80-an.
Selasa, 08/09/2009 07:45 WIB - Saudi Tutup Masjid-Masjid Syi’ah
Selasa, 08/09/2009 04:23 WIB - Penasehat Obama Mengundurkan Diri Terkait 9/11
Senin, 07/09/2009 19:24 WIB - Muslim Uighur Dilarang Berpuasa Ramadhan
Senin, 07/09/2009 16:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




