Muslim Inggris kecam Pemutaran "Fitna" di Parlemen Inggris

Rabu, 10/03/2010 09:09 WIB | Arsip | Cetak

Pemutaran film kontroversial anti-Islam Geert Wilders di Inggris pada ahri Ahad yang lalu telah menimbulkan kemarahan umat Islam dan organisasi HAM yang menyebut anggota parlemen Belanda tersebut sebagai "fasis" dan "rasis."

Film "Fitna", diputar di House of Lords (parlemen) Inggris dalam undangan terhadap Wilders hingga tanggal 5 Maret dari Lord Malcolm Pearson, pemimpin Partai Kemerdekaan Kerajaan Inggris (UKIP) dan anggota House of Lords, Baroness Caroline Anne Cox.

Wilders menyatakan bahwa perjalanannya ke Inggris merupakan bagian dari upaya kampanye "Stop Islamization Of Europe" (SIOE). Sioe adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk mencegah Islam menjadi kekuatan politik besar di Eropa. Kunjungan Wilders kali ini didukung oleh kelompok sayap kanan Liga Pertahanan Inggris (EDL).

Film Fitna, yang menyatakan Islam tidak kompatibel dengan demokrasi dan menyatakan Al-Quran buku fasis, sebenarnya telah dijadwalkan untuk diputar di Inggris pada tahun 2009. Namun, Wilders ditolak masuk ke negara tersebut. Dia dituduh menghasut kebencian dan ditetapkan sebagai persona non grata. Larangan itu akhirnya dapat dibatalkan pada Oktober 2009, yang disebut Wilders sebagai "kemenangan bagi kebebasan."

Kelompok-kelompok HAM Inggris mengecam kunjungan Wilders dan menyampaikan keluhan kepada Menteri Dalam Negeri, mereka menyebut Wilders versi Belanda dari Liga Pertahanan Inggris (EDL), yang tujuan satu-satunya adalah untuk melawan kehadiran Islam di Eropa, dan sedangkan partai sayap kanan Partai Nasional Inggris (BNP), mereka sebut membatasi keanggotaannya hanya untuk Kaukasia.

Para pengunjuk rasa dari Unite Against Fascism (UAF) melambai-lambaikan poster yang berbunyi "EDL + BNP = Nazi rasis preman" dan meneriakkan "EDL, Go to Hell, dan ajak teman-teman Nazi Anda juga."

Polisi memastikan untuk demonstran UAF pemrotes menjauh dari pendukung ADL yang membawa poster-poster menyambut Wilders.

Sementara itu, umat Islam di dalam dan di luar Inggris melanjutkan kampanye mereka terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan yang disengaja secara sistematis dan diarahkan terhadap agama Islam, kitab suci, dan nabi Muhammad.

Kampanye, yang sebagian besar diluncurkan di internet menyerukan untuk memboikot negara-negara yang menghina Islam, mengutip film Fitna Wilders, kartun Denmark, dan film Submission Theo Van Gough sebagai beberapa contoh mencolok penghinaan terhadap Islam di Eropa. (fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang