Muslim Inggris Menolak Program Pendidikan Seks Untuk Anak-anak

Kamis, 25/06/2009 08:35 WIB | Arsip | Cetak

Hampir 2.000 orang Muslim di Inggris telah menandatangani petisi untuk menentang usulan kurikulum pendidikan seks. Mereka memprotes  pemerintah  yang berencana mengadakan pendidikan seks wajib untuk anak-anak sejak berumur 5 tahun.

Pelajaran tersebut akan meliputi mengenai kepribadian, hubungan sosial dan kesehatan termasuk persoalan tentang seks - wajib untuk seluruh anak-anak sekolah mulai dari umur lima tahun sampai 16 tahun, ketika mereka masuk di tahun ajaran baru sebagai bagian dari kurikulum Sexual Relationship Education (SRE) atau pendidikan hubungan seksual di semua sekolah yang ada di Inggris.

Kurikulum yang diusulkan oleh pemerintah tersebut sebagai solusi dari semakin meningkatnya kehamilan yang terjadi pada anak berumur belasan tahun di Inggris, dan hal ini yang paling tinggi terjadi di Eropa. Dan umat Islam Inggris menolak usulan program dari pemerintah tersebut untuk mengajarkan pendidikan seks di sekolah.

Pemerintah juga telah menyerukan supaya klinik sekolah-sekolah di Inggris menyediakan alat kontrasepsi, sementara itu departemen untuk anak-anak, sekolah dan keluarga telah mendesak sekolah untuk mengajarkan pendidikan seks pada usia dini anak-anak.

Para orang tua Muslim di Inggris mempersoalkan proposal yanng berkaitan dengan kurikulum SRE dalam sebuah petisi yang mana mereka mempertanyakan alasan moral dari rencana pemerintah tersebut, menonjolkan program SRE sebaiknya tidak diajarkan dalam model relativitas moral, dimana benar dan salah tidak menjadi faktor yang penting.

"Keprihatinan kami adalah bahwa pendidikan seksual ini terlalu prematur untuk diajarkan kepada anak-anak yang secara psikologis belum pada waktunya," kata Tahir Alam juru bicara untuk Muslim Council in Britain (MCB) urusan pendidikan - kepada Al Arabiya. Dia menambahkan ajaran seperti itu hanya akan mengikis kepolosan jiwa anak-anak.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...


Peluang